Blood or Death

Blood or Death

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 17, 2025
"Apa kalian tau, pada beberapa abad yang lalu... " Lilin ditiup /fuh, Langkah kaki mulai memasuki ruangan dengan senyap. "Para manusia memburu gadis tak berdosa, menggantung nya di tiang, atau bahkan membakar mereka. Siapa yang tau, apakah jiwa mereka tenang atau jiwa mereka meraung meminta belas kasih Tuhan?" Suara wanita itu terdengar begitu tenang dan penuh rasa sakit itu cukup untuk menyayat hati "ya, sejatinya manusia hanya berprasangka, memfitnah atau bahkan hanya ingin seseorang dalam kesengsaraan? orang-orang bertanya 'Kenapa harus wanita?' semua orang diam, berbisik 'Karna wanita adalah makhluk penggoda, iblis pun akan tunduk pada mereka' " Ia merasakan tangan seseorang memegangi pundaknya, Jari-Jari dingin menyentuh bahunya dan... Visual by aespa
All Rights Reserved
#445
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CintaBumiAlam
  • bisikan
  • Her Seven Lies ✔️
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • The Saintess Ran Away | Sang Saintess Melarikan Diri
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • Sumpah Darah
  • Help Ghost

Satu tetes darah mengalir dari pelipisnya bersamaan air matanya yang turun, dan hilang di belah bibir mungilnya itu. "Okay kulepaskan, jangan menangis cinta... Aku ada disini. Ah lihatlah kau jadi menghisap airmata dan darah mu sendiri cinta... Bagaimana jika ku bantu menyesapnya? Ide yang bagus bukan? Hahaha" Kemudian alam memajukan wajahnya, menatap lembut tepat di manik teduh lili yang dibalas sendu oleh sang pemilik manik teduh itu. Jatar semakin tipis, bahkan deru nafas mereka pun saling terdengar, alam memiringkan kepala dan menutup matanya perlahan. Lili yang melihat pergerakan alam pun hanya menggeleng kasar sembari menutup matanya kuat. Ia tak mau, jelas, ini sudah kelewatan. Dan, ia merasakan benda kenyal, basah dan manis itu menyentuh bibirnya, menyesap setiap incinya, rasa asin dari air mata dan darahnya tadi sudah hilang berganti dengan rasa manis. Entah dorongan dari mana lili membalas setiap pergerakan alam, bahkan tangannya kini tengah meremas lembut rambut alam, untuk menyalurkan bahwa ia juga menikmatinya. Tes Tes Tes Lili? Liliana? LILIANACINTA? HEI? LILI? LILI! "Hah?" Sebenarnya lili kenapa? Kalau kepo yuk langsung baca aja kelanjutannya^^ Cerita ini penuh teka teki jadiii use 'r brainn please^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines