Takut Kehilangan, Tapi Takut Mengakui

Takut Kehilangan, Tapi Takut Mengakui

  • WpView
    Lectures 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 23
WpMetadataReadTerminé ven., mars 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku takut kehilanganmu, tapi aku juga takut mengakui perasaanku. Sampai kapan aku bisa terus berlari?" Aku selalu mengira dia cuma sahabat. Seseorang yang selalu ada, kapan pun aku butuh. Seseorang yang gak pernah ninggalin aku, bahkan saat aku sibuk mengejar yang lain. Tapi kenapa... Saat dia mulai menjauh, semuanya terasa salah? Saat dia mulai gak ada, aku baru sadar kalau aku gak bisa tanpanya? Saat semuanya sudah berubah, aku malah takut untuk mengakuinya? Aku takut kehilangan dia. Tapi aku juga takut, kalau aku mengakui semuanya, aku justru bakal benar-benar kehilangannya.
Tous Droits Réservés
#213
emotional
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Paradise
  • Hopeless
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • PERSAHABATAN
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Sahabat, kenapa jadi suka?[On Going]
  • I LOVE YOU
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Breathe
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu