Not So Ordinary

Not So Ordinary

  • WpView
    Leituras 101
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, fev 16, 2026
"Tapi, kalau aku doang yang kayak gini... ini anugerah atau masalah?" Aura, Calista, dan Alia hanyalah tiga siswi yang tak saling mengenal, hingga nasib mempertemukan mereka pada satu malam, malam ketika orang-orang percaya bahwa bintang jatuh bisa mengabulkan permohonan. Mereka berharap hal yang sederhana: bersinar di antara yang lain, memiliki hidup yang lebih berwarna untuk dikenang, dan bebas mengekspresikan diri tanpa lagi terkekang, seperti burung yang akhirnya dilepaskan. Namun bagaimana jika yang datang bukanlah jawaban atas doa, melainkan sesuatu yang sama sekali tak pernah mereka bayangkan? Awalnya, semua terasa seperti keajaiban. Sampai perlahan mereka menyadari ada yang berubah, ada yang salah, dan semakin hari, apa yang terjadi pada diri mereka terasa... tidak masuk akal. Ketika keinginan menjadi kenyataan dengan cara yang keliru, satu pertanyaan tak bisa dihindari: apakah menjadi berbeda benar-benar berarti menjadi istimewa? NOT SO ORDINARY (Cerita ini masih di dalam tahap perevisian berulang.)
Todos os Direitos Reservados
#58
lightromance
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • STUCK
  • Kisah-kisah Singkat
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Sororis Zone (Zeedel)
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Kakak Tiriku
  • Quant (On Going)
  • FRAIL
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • DAISY
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo