The Way To (Junghwan x Haerin)

The Way To (Junghwan x Haerin)

  • WpView
    LECTURAS 2,759
  • WpVote
    Votos 333
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, feb 11, 2026
Takdir kadang kala bekerja sebercanda itu, menyatukan kembali dua insan yang dulu pernah saling suka dengan ikatan perjodohan. Namun, takdir bisa sejahat itu ketika orang yang paling disuka justru jadi orang yang paling menyakiti. Ini kisah takdir antara Haura dan Juan dalam perjalanan membawa kapal di tengah badai samudra. CW // adult content
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • THREAD OF DESTINY | 04 LINE
  • That Damn Fate! [END]
  • Rahasia Sang Samudra [Complete]
  • 5 Wish For Me
  • Rumah Sebenarnya S2 (END)
  • Cinta Yang Tak Pernah Hilang
  • Beda
  • Our Destiny

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido