Vendétta

Vendétta

  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Mystery
Romance
"Jangan bimbang, kan ada gua." Hanya lima kata, lima kata yang mampu membuat kehidupan Raigissa kembali berarti, seseorang itu yang bisa menjadi malaikat penolong bagi Rai yang telah mati karena keadaan. Namun, bagaimana jadinya jika alasannya bertahan hidup itu hilang? Apakah rumah bak istana tetap dapat berdiri dengan megah jika tanpa tiang?. Atau justru Rai akan kembali membawa dendam yang ia rasakan karena kehilangan sosok yang berarti bagi hidupnya? "Gua pastiin kematian lu ga akan sia-sia." Apa sebenarnya yang terjadi kepada malaikat penolongnya? Mengapa sosok malaikat yang disukai banyak orang memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis? Di sinilah Rai akan mengungkapkan misteri yang menimpa sang malaikat, mencari kebenaran dan mencari pertanggung jawaban bagi orang yang bersalah. Vendétta - atau dalam bahasa Italia yang memiliki arti "Balas Dendam."
All Rights Reserved
#604
teror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • GALA : Sleepwalker [TAMAT]
  • Payback's Sweet
  • ALGENTA
  • Underworld S1 [End✔️]
  • VANIA
  • Reorganisasi
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • Evanescent
  • Geng STJ

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines