Bayangan Di Kamar 306

Bayangan Di Kamar 306

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 16, 2025
Setelah perceraian orang tuanya, Aurel terpaksa pindah ke sebuah apartemen tua bersama ibunya. Ia tak pernah menyangka bahwa kamar barunya, kamar 306, menyimpan rahasia yang mengerikan. Setiap malam, jendelanya terbuka sendiri, suara bisikan terdengar di kegelapan, dan ada bayangan samar yang muncul di cermin. Saat surat misterius mulai muncul di bawah pintunya-memperingatkannya untuk pergi sebelum terlambat-Aurel menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Bersama Reyhan, seorang teman sekolah yang penasaran, ia mencoba menyelidiki sejarah kamar itu. Mereka menemukan fakta mengejutkan: gadis bernama Nadira, penghuni sebelumnya, menghilang tanpa jejak. Semakin dalam mereka menyelidiki, semakin sering Aurel mengalami mimpi aneh tentang Nadira yang meminta pertolongan. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah buku harian tersembunyi yang mengungkap rahasia kelam apartemen itu. Tetapi ada seseorang yang tidak ingin kebenaran terungkap. Seseorang yang selama ini berusaha menyembunyikan apa yang benar-benar terjadi di kamar 306. Bisakah Aurel menemukan jawaban sebelum ia menjadi korban berikutnya? Ataukah bayangan itu bukan sekadar ilusi-melainkan peringatan dari penghuni yang tak pernah pergi
Todos los derechos reservados
#363
mistery
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Name Is Erwinda
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • Tuan Rumah di Kamar Sebelah
  • Misteri di asrama tua
  • Aurelia Maeva Sinclair
  • Mengambil Peran Viola Si Antagonis! (End) - TERBIT!
  • SHADOW OF AELIRA (Hiatus)

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido