Anak yang selalu kedua

Anak yang selalu kedua

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Seumur hidupnya, Amara selalu berada di posisi kedua. Ia adalah anak pertama, murid peringkat kedua, dan dalam banyak hal, selalu menjadi pilihan kedua. Adiknya, Sena, adalah kebanggaan keluarga-cerdas, berbakat, dan penuh percaya diri. Sementara itu, Amara hidup dalam bayang-bayang, berusaha sebaik mungkin, tetapi tak pernah cukup untuk diperhitungkan. Namun, ketika sebuah insiden mengubah dinamika keluarganya, Amara mulai mempertanyakan segalanya. Apakah ia hanya akan menjadi bayangan selamanya? Ataukah ia bisa menemukan jati dirinya di luar ekspektasi orang lain? Dalam perjalanan mencari makna keberadaannya, Amara menemukan persahabatan yang mengubah cara pandangnya, menghadapi konflik keluarga yang selama ini terpendam, serta merasakan cinta yang datang tanpa diduga. * * * * Happy Reading🙌🏻❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Sudut Luka Nazea
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]
  • Almeyra Azqilla Alana [On Going]
  • GRIZLEN {On Going}
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • TRAUMA
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Keluarga di Ujung Senja
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines