Nadia Khanza (Tentang Cinta & Keluarga)

Nadia Khanza (Tentang Cinta & Keluarga)

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
Plak! "Hai, kau ... Dia-" "Diam!" Suara Herman menggelegar di tengah-tengah halaman rumah susun yang pagi ini sedang dikerumuni oleh banyak sekali orang-orang. Tatapan mata laki-laki paruh baya itu terlihat nyalang ke arah seroang gadis yang terdiam mematung dengan kepala masih tertoleh ke samping karena tadi menerima tamparan keras. "Mulai detik ini, kamu sudah bukan anakku lagi, Nadia!" Dia, Nadia Khanza. Gadis yang kepalanya tertoleh tadi langsung menatap tegak ke arah Herman, ayahnya. Sorot mata wanita itu berkaca-kaca dengan raut wajah yang kaget tidak percaya. "Ayah kecewa denganmu, Nadia. sangat-sangat kecewa." Gadis yang pagi ini masih kelihatan berantakan itu langsung menitikkan air matanya. Dia yang dari kecil selalu menjadi kebanggaan, sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi. Hanya karena sebuah kesalahan yang tidak dia sengaja, Nadia yang
All Rights Reserved
#35
cupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • ARHANAYA || SUDAH TERBIT ||
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • Hanya Untukmu
  • Waiting For You [TAMAT]
  • ArKa (End)
  • NAYANA (Complete)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines