Seperti Melihat Laut di Matamu

Seperti Melihat Laut di Matamu

  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 26, 2025
❝Some meetings need no plans, like waves that cannot be stopped from returning to the shore.❞ · · ────── ·𖥸· ────── · · Laut selalu punya cara untuk menyimpan rahasia. Seperti ombak yang datang dan pergi, membawa cerita yang tak selalu bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Seila Ayu Bhanursami menatap birunya samudra di hadapannya, membiarkan angin asin menerpa wajahnya. Ada sesuatu dalam suara debur ombak yang terasa begitu akrab-seperti suara dari masa lalu yang pernah ia tinggalkan. Ia tak pernah menyangka akan kembali ke sini, ke tanah yang asing namun memiliki jejak-jejak kenangan yang samar. Di tempat lain, Bhanu Rai Lakeswara menyandarkan tubuhnya pada pagar dermaga, memperhatikan kapal-kapal yang hilir mudik di kejauhan. Matanya tajam, seperti menakar sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pemandangan di depannya. Ada hal-hal yang tak bisa ia kendalikan, seperti arsitektur yang bisa ia rancang sesuka hati. Perasaan, misalnya. Atau pertemuan yang terjadi begitu saja, seperti ombak yang bertemu pantai tanpa perlu janji. Mereka belum tahu, bahwa langkah-langkah yang membawa mereka ke tempat yang sama akan saling bersinggungan. Bahwa laut, dengan segala diamnya, diam-diam sedang mempertemukan dua cerita yang belum selesai. Seperti melihat laut di matamu. Seperti ombak yang tak bisa dicegah untuk kembali. © deunola
Todos los derechos reservados
#152
arsitek
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]
  • The Oddlove
  • Almost Remember
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • LAKSADEKA
  • ALEYA~~
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Bertemu Bidadari
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido