Seperti Melihat Laut di Matamu

Seperti Melihat Laut di Matamu

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
❝Some meetings need no plans, like waves that cannot be stopped from returning to the shore.❞ · · ────── ·𖥸· ────── · · Laut selalu punya cara untuk menyimpan rahasia. Seperti ombak yang datang dan pergi, membawa cerita yang tak selalu bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Seila Ayu Bhanursami menatap birunya samudra di hadapannya, membiarkan angin asin menerpa wajahnya. Ada sesuatu dalam suara debur ombak yang terasa begitu akrab-seperti suara dari masa lalu yang pernah ia tinggalkan. Ia tak pernah menyangka akan kembali ke sini, ke tanah yang asing namun memiliki jejak-jejak kenangan yang samar. Di tempat lain, Bhanu Rai Lakeswara menyandarkan tubuhnya pada pagar dermaga, memperhatikan kapal-kapal yang hilir mudik di kejauhan. Matanya tajam, seperti menakar sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pemandangan di depannya. Ada hal-hal yang tak bisa ia kendalikan, seperti arsitektur yang bisa ia rancang sesuka hati. Perasaan, misalnya. Atau pertemuan yang terjadi begitu saja, seperti ombak yang bertemu pantai tanpa perlu janji. Mereka belum tahu, bahwa langkah-langkah yang membawa mereka ke tempat yang sama akan saling bersinggungan. Bahwa laut, dengan segala diamnya, diam-diam sedang mempertemukan dua cerita yang belum selesai. Seperti melihat laut di matamu. Seperti ombak yang tak bisa dicegah untuk kembali. © deunola
All Rights Reserved
#9
slowbrun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Almost Remember
  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • The Oddlove
  • Lonely Tomorrow
  • The Space Between Us
  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]

FOLLOW : @wattpad_plavana03 [Janlup follow dan vote ya! Biar tau kalau update cerita terbaru] Untuk kita, yang dipaksa ikhlas ketika sesak, dan dipaksa mati dalam cerita sendiri. "Kemana perginya mereka?" "Pergilah disaat kamu senang, dan datanglah disaat kau membutuhkan cahaya. Sama seperti bintang yang menerangi langit gelap, disaat rembulan tak kunjung datang." -Elektra Pramoedya. "Semua manusia itu egois. Yang membedakannya hanyalah kadarnya" -Xayara Rayana Deamore. "Dunia itu baik. Bagai tokoh yang memakan hal buruk dalam diri manusia. Namun, aku adalah makanan yang membuat tokoh itu alergi." -Eunio Astrazna Reberturs. "Aku adalah rembulan yang akan menerangimu dengan bentukku yang berbeda." -Adarano Hwenzania Qwertynus. HIGHEST RANK : #1 in Pramoedya #1 in Rumah Kecil

More details
WpActionLinkContent Guidelines