Story cover for Putra Bumi by Nanjaagra
Putra Bumi
  • WpView
    LETTURE 598
  • WpVote
    Voti 95
  • WpPart
    Parti 13
  • WpView
    LETTURE 598
  • WpVote
    Voti 95
  • WpPart
    Parti 13
In corso, pubblicata il mar 17, 2025
⚠️Idol hanya penggambaran Visual⚠️


Sembilan tahun. Usia Ganda saat semua yang ia miliki direnggut begitu saja oleh tragedi itu. Dibawah guyuran hujan, digendongnya seorang bayi berusia dua tahun di depan pusara kedua orang tuanya. 

•••

Tujuh tahun berlalu begitu cepat-namun juga lambat dalam ingatannya. Memasuki tahun kedua di SMA Lentera Cendikia, Ganda bertemu dengan nya.

"Ini Nadine, Bun. Cantik kan? Dia mirip banget sama bunda,"
"tapi aku nggak mau akhir yang tragis untuk Nadine, kayak apa yang Bunda alami. Jadi Tuhan, tolong lindungi dia, dan akan aku lakukan apapun sebagai syaratnya."

Bisakah Ganda melawan takdir Tuhan untuk melindungi Nadine? Atau takdir jahat itu hanya akan terulang? 

Temukan jawabannya dalam "Putra Bumi", pastikan mereka mendapatkan akhir yang indah!
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Putra Bumi alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#259leehan
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
(Not) A Dream School (On Going) di AnggiPratiwi935
25 parti In corso
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
UNTUK NADINE cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
REDIGUEZ FAMILY || END cover
Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓ cover
Muryeong Spirit (Novel Terjemahan) cover
Cinta di ujung Senja cover
Only You Can Love Me This Way (ON GOING) cover
Nerdy GIRL  cover
Jadi Baby?! [Lengkap] cover
Dari Benci jadi Cinta || arasweetstrawberry ✔ cover

UNTUK NADINE

24 parti In corso

Dulu, Nadine adalah matahari kecil di rumah itu. Sejak kecil, tawa Nadine selalu jadi suara paling riuh di pagi hari. Ia yang membangunkan Reyhan dengan menyelipkan es batu ke punggung kakaknya, atau menggoda dengan mencoret-coret wajah Reyhan saat tertidur. Rumah yang sepi tanpa Ibu dan Ayah karena pekerjaan, tetap terasa hidup karena Nadine. Tapi itu dulu. Semenjak kematian Ibu, Nadine berubah. Tak ada lagi tawa yang menggema dari kamarnya. Tak ada langkah kecil berlari di koridor rumah. Tak ada pelukan hangat yang menyambut Reyhan saat pulang kuliah. Yang ada hanya keheningan. Yang tersisa hanya bayangan. Nadine lebih sering mengurung diri di kamar, menutup tirai rapat-rapat, dan menolak berbicara. Sekalipun Reyhan berusaha membuka percakapan, jawaban Nadine singkat, kadang hanya anggukan. Kadang tak menjawab sama sekali. Reyhan tahu, kehilangan Ibu menghancurkan dunia adiknya. Tapi tak pernah ia menyangka, luka itu begitu dalam hingga menenggelamkan Nadine perlahan-lahan.