Langit Jingga di Hari Rabu

Langit Jingga di Hari Rabu

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 17, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Cerita _"Langit Jingga di Hari Rabu"_ merupakan kisah penuh emosi yang menggambarkan hubungan mendalam antara dua sahabat. Qaswa, menceritakan pertemuannya dengan seorang teman yang ia anggap urakan, bernama Galuh, di bawah langit sore yang berwarna jingga. Dalam interaksi mereka, tersirat rasa kagum dan kepedulian mendalam terhadap Galuh, seorang yang berkepribadian ceria tetapi menyimpan rasa sakit yang mendalam. Namun, kisah ini perlahan berubah menjadi tragis ketika Galuh, yang ternyata mengidap kanker, secara perlahan menghilang dari hidup Qaswa. Surat terakhir Galuh mengungkapkan kegembiraan dan kebahagiaannya di hari-hari terakhirnya, sekaligus rasa sedih karena harus berpisah dengan sahabatnya. Kenyataan bahwa Qaswa membaca surat itu di tahun 2053, beberapa tahun setelah Galuh meninggal pada 2049, memberikan nuansa misterius sekaligus emosional yang mendalam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • Unforgettable Love [SELESAI]
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Transmigrasi Adella
  • Diary Raka [Selesai]
  • PETUALANGAN JEJAK BINTANG EMAS[SELESAI]
  • Bad and Good
  • I Became The Antagonist
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines