We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
THE ART OF DENIAL

THE ART OF DENIAL

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Suka tapi gengsi itu kayak nyimpen es krim di kulkas tapi nggak mau makan karena takut cepet habis. Lo suka, lo penasaran, lo bahkan udah kebayang gimana rasanya, tapi tetap aja lo sok cuek, pura-pura nggak peduli, dan malah ngegas kalau ada yang nanya. Lo kepikiran tiap dia lewat, tapi kalau ditanya, lo cuma jawab, "Biasa aja." Jantung lo balapan kalau dia tiba-tiba nyariin lo, tapi di luar, ekspresi lo tetap datar kayak jalan tol. Lo pengen banget ngasih kode, tapi pas kode lo dibales, lo malah panik sendiri. Suka tapi gengsi itu menyebalkan-kayak main tebak-tebakan yang nggak ada ujungnya. Kayak main catur, nunggu siapa yang jalan duluan, padahal dua-duanya sebenarnya udah kejebak dalam permainan yang sama. Dan pada akhirnya, lo cuma bisa berharap... semoga dia nggak terlalu bodoh buat nggak nyadar. Atau semoga lo sendiri nggak terlalu bodoh buat tetep pura-pura nggak peduli.
All Rights Reserved
#961
darkromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daddy Angry |TAMAT|
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja
  • I'm Into You, Lily ✓
  • ARDOLPH
  • Jatuh Hati
  • ELANG [End]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • When I Met You
  • AFIKA [ END✔ ]
  • THE CLIMB [Completed]

"Anjirt anak siapa ini?!" Sejak dulu Anangga Elang Perkasa selalu membenci anak-anak, karena menurutnya anak kecil adalah makhluk paling mengganggu. Mereka cerewet, berisik, suka ngompol, suka eek sembarangan, bahkan tak segan menghancurkan barang-barang. Naasnya suatu hari remaja delapan belas tahun itu justru menemukan bayi berumur dua tahun di pinggir jalan. Ia membenci anak kecil, tapi bukan berarti tak punya rasa iba untuk membawa anak malang itu bersamanya. Mungkin semua ini adalah karma sebab setelah anak itu ada, hidup Elang menjadi berbeda. Sangat berbeda. Lantas apa yang akan dilakukannya? N: cerita ini ditulis dengan absurd dan membengekkan. Meski demikian, bukan berarti saya membiarkan oknum-oknum titisan dajjal memplagiat tulisan saya. Sekian terima Elang. Cover: painterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines