What To Do In New Year?

What To Do In New Year?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 17, 2025
Tahun baru adalah waktu yang di tunggu-tunggu oleh sebagian orang. Ada yang membuat perayaan pada malam nya, ada yang bakar-bakar ayam, ada yang keluar bareng pacar, ada yang cuma berdiam diri di rumah karena ga punya uang dan teman untuk di ajak keluar, ada yang cuma scroll tik tok ngeliat perayaan malam tahun baru orang, dan masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan. Sebagian orang berpikir tahun berganti itu menyenangkan. Sebagian orang ada yang putus asa karena tahun udah berganti sementara banyak impian yang belum terwujudkan. Ada juga sebagian yang kesal tidak terima dengan bertambahnya usia. Bertambah usia, bertambah juga tanggung jawab, banyak yang harus direlakan, apa-apa sendiri, belum lagi di tuntut untuk dewasa disaat semua nya tidak baik-baik saja. Banyak juga dari kita yang menjadikan tahun baru sebagai masa untuk melakukan perubahan-perubahan di dalam kehidupan. "Di tahun ini saya harus berubah menjadi lebih baik lagi", di tahun ini saya harus begini", di tahun ini saya harus begitu". Tapi banyak harapan-harapan cuma jadi angan-angan karena kebanyakan orang melupakan tujuan. Awali tahun baru mu dengan sesuatu yang baru. Ubahlah dirimu menjadi versi terbaru. Berubahlah selagi bisa, sebelum terlambat, sebelum dikejar usia, dan sebelum penyesalan datang nantinya. Perubahan hanya bisa datang dari diri kamu sendiri. Kalau bukan diri kamu, siapa lagi yang akan merubah mu? "Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rad: 11)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • Informed Consent
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • A WEDDING STORY
  • THE DEVIL'S FOUR
  • The Last Goodbye
  • Waktu
  • Limerence

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines