Story cover for L by MR14only
L
  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 17, 2025
Wanita itu masih menggenggam lengannya, tangannya hangat.

"Tee, ayo ke rumah." Suaranya lembut, nyaris seperti bisikan yang tersapu angin sore.

Tee menghela napas. Rumah? Kata itu terdengar samar. Apakah tempat itu masih layak disebut rumah? Baginya, rumah adalah di mana ia bisa melihat cahaya lampu yang temaram, merasakan kehangatan seseorang menunggunya di ambang pintu, mendengar suara ibu memanggil namanya dengan penuh cinta.

Tapi semua itu kini hanya bayangan yang perlahan memudar.

"Apa ibu masih di sana?" tanyanya, suaranya datar.
All Rights Reserved
Sign up to add L to your library and receive updates
or
#289dewtee
Content Guidelines
You may also like
HAPPINESS • DewTee (REVISI) by OishiThea
32 parts Ongoing
Tee menatap mata pria paruh baya yang berdiri di hadapannya. Dari ekspresinya, pria itu jelas sedang berteriak padanya. Mata itu dipenuhi kebencian. Kata-kata yang tak diinginkan terlontar dari mulutnya. Makian, kemarahan-entah apa lagi yang keluar dari bibir pria itu. Tapi, meskipun pria itu berteriak sampai mulutnya berbusa, Tee tetap tidak bisa mendengar. Telinganya seolah tahu bahwa jika mereka berfungsi, pemiliknya hanya akan mendengar kata-kata menyakitkan. Dan bahkan mulutnya pun sama-tidak berfungsi, seakan menolak untuk membalas. Seolah tubuhnya sendiri ingin melindunginya dari kenyataan. ** "Apa kau mau mati?!" Dew berteriak panik, nyaris menabrak Tee yang berjalan tanpa melihat sekitar. Tapi Tee, yang tidak bisa mendengar, hanya terus melangkah tanpa menyadari apa yang dikatakan Dew. Dew menghela napas kasar, mencoba mengendalikan emosinya. ** "Apa langit itu indah?" Tee bertanya sambil menatap hamparan langit di atasnya. Dew, yang duduk di sampingnya, menoleh. Ia meraih buku catatannya, mengambil pena, lalu menulis beberapa kata sebelum menyodorkannya kepada Tee. "Ya, indah. Berwarna biru." Tee membaca tulisan itu. Kemudian, ia menggerakkan tangannya untuk menulis balasan. "Biru? Seperti apa warna biru?" Dew terdiam, menatap Tee sejenak. Bagaimana cara menjelaskan warna kepada seseorang yang belum pernah melihatnya? Duniaku sunyi. Tak ada suara, bahkan tak ada satu pun kata yang bisa keluar dari mulutku. Mungkin Tuhan begitu menyayangiku... hingga Ia menjadikanku bisu dan tuli.
Di Balik Bayang Asa by LDY_CV
9 parts Complete Mature
Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"
Xagala by FanisaSibarani
14 parts Complete
Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
You may also like
Slide 1 of 10
Always Loving You cover
Langkah baru bersama mu cover
Horror Class (DewTee)  cover
Bukan Rumah cover
HAPPINESS • DewTee (REVISI) cover
Rainbow cover
Di Balik Bayang Asa cover
Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata] cover
Xagala cover
𝐄𝐧𝐠𝐢𝐧𝐞𝐞𝐫𝐞𝐝 𝐓𝐨 𝐁𝐚𝐛𝐲𝐬𝐢𝐭 |ᴛᴇᴇᴅᴇᴡ {√} cover

Always Loving You

26 parts Complete

Butuh waktu lama untuk menantinya. Saat dipertemukan kita harus berpisah dengan cepat. "Aku tau masih banyak yang butuhin kamu disini makanya aku gak ajak kamu pergi. Aku selalu sayang kamu walaupun aku udah pergi nanti. Jaga diri kamu baik-baik" -Ata- "Sejauh apapun kamu pergi aku akan selalu sayang sama kamu. Walaupun nanti ada yang gantiin kamu aku akan sisain ruang kecil di hati aku khusus buat kamu" -Dee- Sebuah cerita dengan segala ke-typo-an dan kesederhanaan. Terima kasih untuk yang bersedia membaca cerita ini.