Echoes of Silence

Echoes of Silence

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 17, 2025
ʚɞ Ini tentang aku, Kinara, yang hidup dalam keheningan yang penuh dengan rasa hampa dan kesendirian. Tentang aku yang tak terlihat, namun selalu diremehkan oleh mereka yang ada di sekitarku. Tentang luka-luka yang hanya ku simpan dalam hati, tak pernah ada yang tahu atau mengerti. Aku adalah anak tunggal yang berjuang menghadapi semua ini sendirian, tanpa ada yang menemani atau menguatkan. Hidupku seolah tak pernah benar, selalu salah, dan aku tak pernah mampu membela diriku sendiri. Setiap kali aku berusaha berbicara, suara itu selalu tenggelam dalam kebisuan. Aku lelah, tetapi aku takut-takut jika aku terus berbicara, semua yang tersisa akan semakin menghilang. Dan dalam keheningan itu, aku bertanya pada diri sendiri: apakah aku akan pernah ditemukan? ʚɞ
All Rights Reserved
#700
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Cerita Tentang Kita
  • Happy Is Bulshit
  • Seorang Ayah?
  • Full Of Scratches
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Juan [REVISI]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines