Jasmine Blooms Between Us

Jasmine Blooms Between Us

  • WpView
    Reads 426
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 28, 2026
WpInfo
Fanfic
Original Character (OC)
Self-Insert / Imagines
Famous Figure: Actor
Romance
Disclaimer : ini bukan novel terjemahan! "Cinta yang tulus dan suci itu seperti apa?" Selama delapan tahun, Mei Zhenzu terus menanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri, namun tak pernah menemukan jawaban yang dapat memuaskan hatinya. Setelah putus dari Liang Chengwei, mantan pacarnya di usia 20 tahun, Zhenzu menutup hatinya rapat-rapat. Sejak saat itu, dia tak lagi membuka diri untuk cinta, seolah-olah menyegel dirinya dalam ketidakpercayaan akan cinta yang benar-benar tulus. Bahkan, dia pernah berkata kepada orang tuanya bahwa mungkin dia tidak akan menikah seumur hidupnya. Hari-harinya dihabiskan dengan mengurus toko bunga kecilnya, merawat tanaman-tanaman yang mekar dengan harum lembut. Namun, di antara bunga-bunga itu. Baginya, melati adalah simbol kesucian dan ketulusan-sesuatu yang indah, tetapi terasa semakin jauh dari jangkauannya. Dalam lubuk hatinya, dia masih menyimpan secercah harapan, tetapi satu kesalahan di masa lalu membuatnya merasa tak lagi pantas untuk mencintai atau dicintai. Namun, harapan itu mulai bersemi kembali. De Zhouxin, seorang programmer game sekaligus CEO perusahaan yang tengah naik daun, bertemu dengannya dan bertanya,"Saya De Zhouxin... Apa kamu masih mengingat saya?" Zhenzu terdiam. Nama itu terasa tidak asing di telinganya, tetapi ketika dia menggali ingatan masa lalu, perlahan semuanya menjadi jelas. De Zhouxin-teman SMP yang satu kelas dengannya juga teman satu SMA-nya. Perlahan, hubungan mereka mulai bertumbuh. Namun, tidak semudah itu bagi Zhouxin untuk meruntuhkan benteng yang telah Zhenzu bangun selama bertahun-tahun. Ada banyak rintangan dan ketakutan yang harus mereka hadapi. Namun, seperti melati yang mekar dengan keharuman lembutnya, cinta yang tulus dan suci pun mulai tumbuh di antara mereka. Baik Zhenzu maupun Zhouxin, mereka berdua berharap... Ini adalah cinta yang sungguh. " Cinta begitu suci, seperti Bunga Melati yang tumbuh dengan sabar."
All Rights Reserved
#102
zhanglinghe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • [✓] Tablemates
  • Say Bye
  • Prince Untuk Alea

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines