Jasmine Blooms Between Us

Jasmine Blooms Between Us

  • WpView
    LECTURAS 409
  • WpVote
    Votos 79
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 28, 2026
Disclaimer : ini bukan novel terjemahan! "Cinta yang tulus dan suci itu seperti apa?" Selama delapan tahun, Mei Zhenzu terus menanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri, namun tak pernah menemukan jawaban yang dapat memuaskan hatinya. Setelah putus dari Liang Chengwei, mantan pacarnya di usia 20 tahun, Zhenzu menutup hatinya rapat-rapat. Sejak saat itu, dia tak lagi membuka diri untuk cinta, seolah-olah menyegel dirinya dalam ketidakpercayaan akan cinta yang benar-benar tulus. Bahkan, dia pernah berkata kepada orang tuanya bahwa mungkin dia tidak akan menikah seumur hidupnya. Hari-harinya dihabiskan dengan mengurus toko bunga kecilnya, merawat tanaman-tanaman yang mekar dengan harum lembut. Namun, di antara bunga-bunga itu. Baginya, melati adalah simbol kesucian dan ketulusan-sesuatu yang indah, tetapi terasa semakin jauh dari jangkauannya. Dalam lubuk hatinya, dia masih menyimpan secercah harapan, tetapi satu kesalahan di masa lalu membuatnya merasa tak lagi pantas untuk mencintai atau dicintai. Namun, harapan itu mulai bersemi kembali. De Zhouxin, seorang programmer game sekaligus CEO perusahaan yang tengah naik daun, bertemu dengannya dan bertanya,"Saya De Zhouxin... Apa kamu masih mengingat saya?" Zhenzu terdiam. Nama itu terasa tidak asing di telinganya, tetapi ketika dia menggali ingatan masa lalu, perlahan semuanya menjadi jelas. De Zhouxin-teman SMP yang satu kelas dengannya juga teman satu SMA-nya. Perlahan, hubungan mereka mulai bertumbuh. Namun, tidak semudah itu bagi Zhouxin untuk meruntuhkan benteng yang telah Zhenzu bangun selama bertahun-tahun. Ada banyak rintangan dan ketakutan yang harus mereka hadapi. Namun, seperti melati yang mekar dengan keharuman lembutnya, cinta yang tulus dan suci pun mulai tumbuh di antara mereka. Baik Zhenzu maupun Zhouxin, mereka berdua berharap... Ini adalah cinta yang sungguh. " Cinta begitu suci, seperti Bunga Melati yang tumbuh dengan sabar."
Todos los derechos reservados
#78
zhanglinghe
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Absolutely Spoiled [End]
  • Prince Untuk Alea
  • In My Tenth Year Of Liking Him
  • ✔ Cahaya Bulan Putih Bos Besar Yang Gagap
  • Let's Not Fall In Love [COMPLETED]
  • Sweet Nothings [End]
  • Not Me & Not Mine

Sinopsis: Yu Zhiyi adalah anak yang lamban, mudah diabaikan sejak dia masih kecil. Namun Shi Yi yang berbakat dan cerdas suka membawanya kemana-mana. Membawanya ke dan dari sekolah, menunggunya pulang, menggunakan uang sakunya sendiri untuk membeli gaun kecil tercantik untuk diberikan padanya. Balita Shi Yi: "Jika kamu ingin menjadi seorang putri, maka aku akan membangun kastil untukmu." Remaja Shi Yi: "Ayo pergi ke luar angkasa bersama. Aku akan menghitung bintangnya, tapi karena kamu bodoh, kamu tinggal menghitung bulannya saja. " Tahun dimana Yu Zhiyi ditinggalkan, Shi Yi membawanya ke rumahnya dan melindunginya sepanjang musim panas: "Kamu sangat menggemaskan, layak untuk dicintai." Saat mereka berusia 18 tahun, Shi Yi melamar; saat mereka berusia 22 tahun, dia menjadi Nyonya Shi. Yu Zhiyi terpilih menjadi 'ibu' saat bermain rumah, tapi itu sangat menakutkan teman bermainnya sehingga mereka berteriak, "Yu Zhiyi begitu s * upid, aku tidak ingin menjadi anaknya yang bodoh." Karena itu, dia hanya bisa berdiri di sana dan menatap anak-anak lain yang bermain bersama. Shi Yi yang lewat menjemputnya, "Kamu sedikit bodoh, kamu perlu menemukan pasangan yang memiliki IQ tinggi untuk menyelamatkan anak-anakmu di masa depan." "Lalu... lalu siapa yang harus saya cari?" "Karena kita bertetangga, saya akan mengizinkan Anda menjadi Nyonya Shi ketika kita sudah dewasa!" Ketika Shi Yi berusia 18 tahun, Yu Zhiyi yang biasanya pemalu memberinya jam tangan mahal dan kartu berbentuk hati berwarna merah. Shi Yi hanya melirik arloji tapi mengambil kartunya. Mengangkat sepasang mata bunga persiknya yang menawan, "Memberi saya sesuatu yang sangat mahal, apakah itu pembelian impulsif?" Wajah wanita muda itu memerah saat dia mengucapkan empat kata, "Itu ... sengaja direncanakan!" * Author : Jiang Luo Luo

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido