My Daughter (END)

My Daughter (END)

  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 18, 2025
Alena yang lelah dengan keadaan dan kondisi yang dialami oleh ibunya selama ini. "Ibu....". Alena datang menghampiri ibunya yang sedang duduk di kasur menghadap jendela kamar. Tap tap tap "Ibu bercerailah dengan ayah aku tidak apa-apa kebahagiaan ibu adalah yang utama bagiku". Alena berlutut sambil memegang tangan ibunya. "Ibu baik-baik saja anakku". Sahut ibu "Bagaimana bisa ibu baik-baik saja saat ayah selalu memperlakukan ibu dengan buruk, dan tidak peduli dengan ibu bahkan nenek dan saudara-saudara ayah maupun keluarga ibu juga tidak peduli". Alena menangis dalam dekapan ibunya. "Ibu bertahan dengan ayahmu karena ibu tidak mempunyai tempat lagi untuk melindungimu nak". Ujarnya sembari menyeka air mata Alena. Aku tahu kisah perjuangan hidup ibuku selama ini tidaklah mudah. Keluarganya tidak pernah menganggap dan membuangnya sedangkan suaminya tidak peduli kepadanya. Hanya akulah yang jadi penyemangat dalam hidupnya. Aku harap ibuku mendapatkan kebahagiannya. Dapatkah aku mengubah semuanya ? Atau bisakah aku mengulang kembali waktu untuk kebahagiaan ibuku.
All Rights Reserved
#12
regression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • ALANA [REVISI]
  • Dibalik Tawa
  • SMARA DIKTA
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • TERLAMBAT [TAMAT]
  • SHADOW ( Selesai)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 1 Tahun Bersama Papa

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines