My Daughter (END)

My Daughter (END)

  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 18, 2025
Alena yang lelah dengan keadaan dan kondisi yang dialami oleh ibunya selama ini. "Ibu....". Alena datang menghampiri ibunya yang sedang duduk di kasur menghadap jendela kamar. Tap tap tap "Ibu bercerailah dengan ayah aku tidak apa-apa kebahagiaan ibu adalah yang utama bagiku". Alena berlutut sambil memegang tangan ibunya. "Ibu baik-baik saja anakku". Sahut ibu "Bagaimana bisa ibu baik-baik saja saat ayah selalu memperlakukan ibu dengan buruk, dan tidak peduli dengan ibu bahkan nenek dan saudara-saudara ayah maupun keluarga ibu juga tidak peduli". Alena menangis dalam dekapan ibunya. "Ibu bertahan dengan ayahmu karena ibu tidak mempunyai tempat lagi untuk melindungimu nak". Ujarnya sembari menyeka air mata Alena. Aku tahu kisah perjuangan hidup ibuku selama ini tidaklah mudah. Keluarganya tidak pernah menganggap dan membuangnya sedangkan suaminya tidak peduli kepadanya. Hanya akulah yang jadi penyemangat dalam hidupnya. Aku harap ibuku mendapatkan kebahagiannya. Dapatkah aku mengubah semuanya ? Atau bisakah aku mengulang kembali waktu untuk kebahagiaan ibuku.
All Rights Reserved
#223
regret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SMARA DIKTA
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Memorable
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Secangkir Teh
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Mama! [✔️]

.・゜-: ✧ :- Happy Reading -: ✧ :-゜・. Malam itu, di sudut kamar yang sunyi, Tata duduk terpaku di atas ranjang. Di pangkuannya tergeletak sebuah album foto tua kusam, berdebu, tapi penuh warna masa lalu. Setiap halaman yang ia buka, mengalirkan kenangan indah masa kecil yang pernah begitu hangat. Ada tawa lepas bersama sahabat-sahabat kecilnya. Ada hari-hari penuh lompatan riang di antara sawah yang hijau, langit yang biru, dan angin yang menyapa penuh cerita. Dunia kecil Tata dulu sederhana, namun begitu berarti. Tapi waktu berjalan, dan segalanya berubah. Kini, di usia remajanya, Tata bertanya : ke mana semua itu pergi? Sebuah kisah perjalanan hati yang mengajak pembaca menyusuri kembali arti bahagia yang sering kali terlupa. Tentang kenangan, kehilangan, dan harapan untuk menemukan kembali diri yang pernah begitu ceria. ◗  ( gambar yang terdapat di dalam cerita bersumber dari pinterest) ◗  ( hanya karangan sederhana dilarang plagiat)

More details
WpActionLinkContent Guidelines