A life controlled by the devil

A life controlled by the devil

  • WpView
    Reads 6,925
  • WpVote
    Votes 449
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Aidan, seorang anak laki laki yang penuh dengan kepolosan harus hidup dalam genggaman orang orang yang memiliki obsesi padanya. Tapi mengapa mereka harus terobsesi pada dirinya? Bukannya mereka tidak saling mengenal? Ia dan mereka hanya sebatas orang asing, tidak lebih. Segala hal tentangnya adalah milik mereka, ia tidak memiliki kebebasan. Kebebasan yang selalu ia pertanyakan akhirnya terjawab, kebebasan yang sebenarnya adalah kematian. Namun, mereka tidak menginginkan kematiannya yang berarti ia tidak memiliki kebebasan. ⚠️BUKAN BL ⚠️
All Rights Reserved
#1
posesife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADDICT
  • Elo's New Memories
  • LITTLE HOPE [Koilo]
  • Ervan Carolline
  • Heegra + Ethan
  • Wirasena Siblings
  • Belong to Us
  • Rayga
  • De Verion
  • Silent prince
ADDICT

"Di dunia ini, tidak ada hukum yang lebih absolut selain lilitan sang Ular dan ketajaman sang Belati." Regulus Dante Obsidian adalah pemegang hukum tertinggi di wilayah kekuasaannya. Dingin, tak tersentuh, dan terobsesi pada kontrol. Baginya, memiliki segalanya adalah keharusan, tapi memiliki Louvre Jaegar Orc adalah kegilaan yang ia nikmati setiap detiknya. Jaegar lahir untuk menjadi 'Belati'. Seharusnya ia hanyalah alat eksekusi bagi keluarga Obsidian, mengikuti jejak kaku ayahnya. Namun, di bawah lilitan Regulus, Jaegar berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya: sebuah obsesi yang tak punya kunci. Hubungan mereka tidak butuh pengakuan dunia, cukup ditandai dengan detak jantung yang terpacu, gelang emas putih yang mengunci pergelangan tangan, dan aroma tembakau yang dibagi dalam kesunyian malam. Bagi dunia, mereka adalah rekan yang mengerikan. Bagi satu sama lain, mereka adalah candu yang merusak. Saat orang asing mulai mencoba menyentuh apa yang sudah ditandai, dan saat ego keduanya saling berbenturan di balik dinding kedap suara, hanya ada satu pemenang: lilitan yang semakin kencang. Karena bagi seorang Obsidian, melepaskan bukanlah pilihan, dan bagi seorang Jaegar, melarikan diri adalah kemustahilan yang paling manis. "Jangan pernah menyentuh apa yang sudah gue tandai. Karena sekali lo melangkah masuk ke teritori gue, nyawa lo bukan lagi milik lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines