Kita yang Tak Pernah Sampai

Kita yang Tak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, May 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kami pernah berjanji akan bertemu di bawah langit Bali, menyusun daftar hal-hal yang akan kami lakukan bersama. Malam-malam panjang diisi dengan suara di ujung telepon, pesan yang tak pernah putus, dan rindu yang seharusnya bertumbuh. Tapi, seiring waktu, segalanya berubah. Dia tak lagi sama. Pesannya tak sehangat dulu, suaranya tak lagi memenuhi malam-malamku. Aku tetap di sini, berusaha bertahan dengan semua yang tersisa, bertanya-tanya... apakah dia masih ingin kita, atau aku hanya menggenggam janji yang sudah lama pudar? "Kita adalah rencana yang tak pernah menjadi nyata. Kita adalah kisah yang tak pernah sampai."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Off My Face | ✅
  • PROMISE (NARUHINA)
  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ZIELA
  • Lil'sist

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines