Aku Mardhatillah Ayla. Ini kisahku, kisah pergelutan jiwa dalam mengarungi hidup. Aku bertemu lelaki yang bernama Razka Arliantara, berujung cinta dan memilikinya. Tapi, kehidupan memaksa kami untuk berpisah. Dia mendapatkan Beasiswa Kuliah ke Malaysia. Sedangkan aku hanya mendapat kuliah di Kota padang. Meskipun secara tempat tinggal kami dipisahkan, tapi kami berjanji secara hati untuk tidak melupakan. Bertahan dengan kesetiaan adalah hal yang kami pilih dan sepekati. Tapi, lagi lagi kehidupan memaksa kami untuk tidak bisa berhubungan. Hingga akhirnya, kesepian dan kelinglungan menjadi teman kehidupanku. Sungguh, cinta itu sangat menyiksa ketika terpisahkan dan tak bisa berinteraksi satu sama lain. Hingga akhirnya, aku dipertemukan dengan lelaki yang bernama Muhammad Adya Arsa Hatta. Dia hidup dengan berbagai macam prinsip yang bisa dikatakan "GILA". Kenapa tidak, cara hidup dan cara pandangnya tentang sesuatu, sering berbeda dengan cara hidup dan cara padangnya orang banyak pada umumnya di dunia ini. Termasuk dengan lelaki cinta pertamaku yang masih kupertahankan meskipun tiada kabar kurang lebih satu tahun. Karna kesepian, aku menerima uluran tangan Adya untuk menikmati kehidupan dengan cara beda. Cara yang dibuatnya sendiri, hingga akhirnya aku terjebak dalam permainannya. Terjebak bukan dalam artian buruk, tetapi lebih kepada hal baik yang diberikannya tanpa aku sadari. Hal itu adalah hal yang harus dilakukan perempuan untuk menjaga "Kehormatannya". Bahkan, dia menjadi sang penyelamatku ketika aku ditinggal hamil oleh kekasihku yang meninggal secara mendadak.
Plus d’Infos