Flares in Distance

Flares in Distance

  • WpView
    Membaca 78
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 24, 2026
WpInfo
Fiksi
Fiksi Ilmiah
Apokaliptik dan Distopia
Fantasi
Peradaban Kuno
"Sebab, luka tetaplah luka jika berpura dikata, 'Aku tak apa'." Kawan, aku tahu kau di sana. Aku selalu yakin kau mampu bertahan. Kawan, pencarianku memang berakhir. Tapi, meski mereka bilang kau tidak mungkin pulang, aku percaya .... Suatu saat, kita akan bertemu lagi. *** Tulisan orisinal. Terinspirasi dari film, anime, dan beberapa novel. Update fleksibel (gak ada jadwal pasti). Kalo suka jangan lupa vote, ya, Teman. Pintu kritik dan saran terbuka lebar. Semoga nyaman baca karyaku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#50
adventure
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Wait for me, ok? (Tamat)
  • My Brother's Secret
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • LOST : Nada Parabawa & Jeffran Manendra
  • Little Dream (Taufan)
  • I'm In Love With A Gangster-2
  • IN

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan