Fatamorgana Merah

Fatamorgana Merah

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 27, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"Dunia ini kejam. Jika kau ingin bertahan, maka kau harus belajar untuk tidak percaya siapa pun." Ravelle Cyrine Moretti, gadis yang kehilangan segalanya, hidup dalam kehampaan dan kesepian. Masa lalunya kelam, terlalu pahit untuk dikenang. Baginya, dunia hanyalah tempat di mana kepercayaan adalah kelemahan, dan perasaan hanyalah luka yang menunggu untuk kembali menganga. Kemudian, ia bertemu Shion Alaric Draven. Dingin, penuh rahasia, dan berbahaya. Seorang pria yang tak seharusnya ia dekati-tapi entah kenapa, dunia terus mempertemukan mereka. Dalam kebohongan yang terjalin, dalam luka yang belum sembuh, akankah mereka menemukan satu sama lain? Atau justru hancur oleh rahasia yang mereka sembunyikan? Karena di dunia mereka, cinta tak pernah sederhana.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • Scarlet Crown : Di Balik Dingin yang Membakar
  • Alfarel
  • Aneyra -after meet you
  • NO ESCAPE ✓
  • Naura & Lukanya

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido