MENTALIMINUS "Jurang Ini Bukan Tempatmu"

MENTALIMINUS "Jurang Ini Bukan Tempatmu"

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 27, 2025
⚠ WARNING! Cerita ini mengandung unsur trauma, delusi, kekerasan psikologis, dan tema gelap. Harap dibaca dengan bijak. Kina pernah percaya bahwa cinta adalah kebahagiaan. Ia memberikan segalanya-hatinya, raganya, hingga yang seharusnya tetap menjadi miliknya sendiri. Sekarang, setiap kali ia bercermin, yang terlihat hanyalah bayangan yang tidak ingin ia akui sebagai dirinya. Sentuhan terasa seperti belenggu, dan setiap hembusan napas mengingatkannya pada sesuatu yang seharusnya ia lupakan. Masa lalu tidak benar-benar pergi. Ia bersembunyi di sudut-sudut pikiran, mengintai dalam gelap, menunggu saat yang tepat untuk kembali mencengkeram. Sampai akhirnya, Kina menyadari satu hal: mungkin luka ini tidak akan pernah sembuh, dan mungkin, ia tidak seharusnya bertahan lebih lama lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • jangan percaya seseorang
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Drowning
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • For ANANTA (End, Lengkap)
  • Cahaya Dari Luka
  • psychologycal
  • Meneroka Jiwa 2

Tiga tahun lalu, aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku-aku menghancurkan hati seseorang yang paling tulus mencintaiku. Namanya Ellen. Dia segalanya. Tapi waktu itu, aku memilih orang lain... dan melepas satu-satunya orang yang seharusnya aku jaga. Kini, dia telah bahagia bersama yang lain, sementara aku? Masih terjebak dalam bayangannya. Dalam penyesalan yang diam-diam membunuhku setiap malam. Saat aku memutuskan untuk tinggal sementara di rumah kakek dan nenekku yang sepi, segalanya mulai terasa aneh. Rumah itu terlalu tenang. Terlalu dingin. Ada suara-suara yang muncul ketika semua sudah tidur. Ada bayangan yang muncul saat aku berpikir tentang Ellen. Aku tahu ini mungkin cuma rasa bersalah... tapi semakin lama, rasanya semua ini lebih dari sekadar ilusi. Apakah masa lalu benar-benar bisa menghantui seseorang? Atau ini cara semesta mengingatkanku-bahwa aku telah menyia-nyiakan seseorang yang tak akan pernah kembali? "Jangan Percaya Seseorang" bukan hanya kisah cinta biasa. Ini tentang penyesalan yang tak bisa ditebus. Tentang seseorang yang berusaha menebus dosa kepada cinta pertamanya. Dan tentang bisikan-bisikan malam yang terdengar seperti suara seseorang yang dulu pernah mencintaimu... tapi kini tak lagi manusia. Jika kamu pernah menyakiti seseorang yang tulus... cerita ini akan terasa sangat dekat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines