MENTALIMINUS "Jurang Ini Bukan Tempatmu"

MENTALIMINUS "Jurang Ini Bukan Tempatmu"

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 27, 2025
⚠ WARNING! Cerita ini mengandung unsur trauma, delusi, kekerasan psikologis, dan tema gelap. Harap dibaca dengan bijak. Kina pernah percaya bahwa cinta adalah kebahagiaan. Ia memberikan segalanya-hatinya, raganya, hingga yang seharusnya tetap menjadi miliknya sendiri. Sekarang, setiap kali ia bercermin, yang terlihat hanyalah bayangan yang tidak ingin ia akui sebagai dirinya. Sentuhan terasa seperti belenggu, dan setiap hembusan napas mengingatkannya pada sesuatu yang seharusnya ia lupakan. Masa lalu tidak benar-benar pergi. Ia bersembunyi di sudut-sudut pikiran, mengintai dalam gelap, menunggu saat yang tepat untuk kembali mencengkeram. Sampai akhirnya, Kina menyadari satu hal: mungkin luka ini tidak akan pernah sembuh, dan mungkin, ia tidak seharusnya bertahan lebih lama lagi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Meneroka Jiwa 2
  • RUANG KINANTI
  • Hopeless
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • For ANANTA (End, Lengkap)
  • Drowning

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido