Story cover for the macaron hours by bintarobastard
the macaron hours
  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 9
  • WpHistory
    Time 1h 59m
  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 9
  • WpHistory
    Time 1h 59m
Ongoing, First published Mar 18, 2025
Fajar selalu hidup dengan rencana-teratur, penuh logika, dan enggan keluar dari zona nyamannya. Namun, semuanya berubah ketika ia bertemu Ndalu, seorang pria yang penuh spontanitas dan mengikuti kata hatinya. Pertemuan mereka di kelas macaron yang awalnya sekadar hukuman dari taruhan, perlahan menjadi sesuatu yang lebih dalam. Ndalu mengajarkan Fajar untuk bersabar, menikmati proses, dan memahami bahwa hidup tidak selalu bisa dikendalikan.

Namun, hidup tidak selalu memberi waktu lebih. Di malam yang seharusnya menjadi perayaan cinta mereka, tragedi merenggut segalanya. Kehilangan Ndalu membuat Fajar mempertanyakan arti kebersamaan dan kesempatan kedua. Hingga suatu pagi yang sunyi, di antara aroma gula dan kopi yang tak lagi sama, Fajar menyadari bahwa keajaiban hadir dalam bentuk yang tak selalu bisa dipahami-kadang dalam satu gigitan macaron yang akhirnya sempurna.
All Rights Reserved
Sign up to add the macaron hours to your library and receive updates
or
#32ceritagay
Content Guidelines
You may also like
Shanarqie by qielbiel
55 parts Complete
"Mohon maaf. Saya tidak bersedia untuk pacaran. Saya bukan lagi anak SMA yang bertahun-tahun pacaran and end up with nothing. Jika kamu sungguh mencintai saya, Lamar saya kepada orang tua saya" Jangan tertipu. Itu bukanlah kalimat permintaan. Tapi merupakan kalimat Penolakan. Firla Ishana Saphira, calon dokter itu selalu menggunakan kalimat tersebut untuk menolak pria yang menyatakan cinta kepada dirinya. Beberapa pria yg telah mendengar kalimat ini sebelumnya akan langsung menghilang begitu saja. 25 diantaranya nekat melamar kepada orang tua shana. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yg berprofesi sebagai pengusaha, pegawai BUMN, dokter spesialis, perwira dari angkatan darat, udara, kepolisian. Sayangnya, orang tua Shana menolak lamaran mereka semua. Alasannya? Tidak ada yg tau. Tapi Shana akan melonjak berseru kegirangan tiap kali orang tua nya menolak pria yg melamar dirinya. Dia bisa lepas dari jeratan pria melalui tangan orang tuanya tanpa harus merasa bersalah dengan pria tersebut. Ya, Shana tidak butuh pria. Siapa yg butuh kalau dia sudah sangat bahagia dengan hidup yg dijalani nya saat ini? Bagi Shana, berurusan dengan pria hanya akan membawa penderitaan. Love is Bullshit, prinsip itu yg membuat Shana menjadi wanita yang berhati dingin dan sangat menghindari ikatan percintaan. Tidak ada yg menyangka bahwa sikap Shana sehari-hari yg sangat ramah, hangat dan welcome dengan setiap pria yang mencoba mendekatinya akan sangat berbanding terbalik dengan hatinya yg membeku dan tak dapat disentuh laki-laki manapun layaknya Kutub Selatan. Begitulah Shana, baginya 'No love, no problem'. Hingga beberapa pria tampan, Perwira dari Akademi Kepolisian, masuk ke dalam kehidupan Shana dan mulai menimbulkan banyak kekacauan pada kehidupan damai yang selama ini selalu dijaga oleh Shana. Adakah yg mampu menembus pertahanan Shana? Bagaimana caranya menaklukkan dinginnya Kutub Selatan yang nampak bagai Gurun Sahara? Based on true story.
You may also like
Slide 1 of 6
Putar Arah cover
Nyangga cover
BUBAR JALAN cover
Shinjitsu No Koi cover
Shanarqie cover
My Love in Air cover

Putar Arah

4 parts Ongoing

Jika hidup adalah perjalanan, maka hidup juga tentang orang-orang yang kita temui dan silih berganti. Dalam sebuah perjalanan, terkadang kita berjalan sendiri, kadang juga ada teman yang membersamai. Ada yang datang dan pergi, ada yang hanya sekedar singgah untuk basa-basi, atau menetap sampai mati. Perjalanan juga membuat kita tahu bahwa tak selamanya orang lain akan berada di arah yang sama dengan kita. Orang yang berlawanan arah bisa jadi searah. Sebaliknya, yang searah bisa jadi putar arah. Namanya perjalanan, tentu tak akan selalu lancar. Begitupun dengan hidup Lana setelah sebuah batu besar menghadang perjalannya. Pada saat itu, Ia merasa semesta terlalu sibuk bermain dengannya. Atau malah mempermainkannya? Entahlah, yang pasti Lana hanya punya dua pilihan. Hancurkan batu itu dan melewatinya atau memilih putar arah untuk mencari jalan yang lain. Namun yang pasti, jika Lana memilih menghancurkannya, mungkin Ia juga akan ikut hancur.