THE SLEEPING

THE SLEEPING

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
Dhori tumbuh di dunia yang seolah tidak pernah menginginkannya. Di rumah, dia hanyalah bayangan-tidak dipedulikan, tidak dicintai. Di sekolah, dia bukan siapa-siapa-tak ada yang benar-benar melihatnya. Seakan keberadaannya tidak pernah berarti, Dhori terus menjalani hari-hari dalam kesunyian. Tidak ada tempat yang bisa disebut rumah, tidak ada orang yang bisa disebut keluarga. Namun, di tengah kehampaan itu, Dhori masih mencoba bertahan, berharap ada seseorang yang akhirnya melihatnya. Sebuah kisah tentang anak yang terus mencari arti keberadaannya di dunia yang seolah menolaknya.
All Rights Reserved
#53
tidakdianggap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • .✮:▹ Aletha juga ingin dimengerti:▹✮.
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • Jalan Kecil Untuk Pulang
  • Family Line
  • The Good Bad Brother✔️
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • SIMETRI
  • Epiphany [Completed]
  • They Dont Know Anything (TAMAT)

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines