Zevadikael

Zevadikael

  • WpView
    Reads 409
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
Zevran Arsaditya Kaellio, laki-laki yang tumbuh dalam keluarga hangat, dengan Mama dan Papa yang suportif serta kondisi ekonomi yang mendukung. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa semua itu akan bertahan lama? Kehilangan itu mungkin tak terasa saat ia masih kecil. Ia terlalu muda untuk mengerti apa arti ditinggalkan. Tapi waktu terus berjalan-dan saat Zevran mulai memahami dunia, ingatan itu datang menghantam tanpa ampun. Yang paling menyakitkan-Zevran bahkan tidak diizinkan melihat mereka untuk terakhir kalinya. Tidak ada perpisahan, tidak ada pelukan terakhir. Sampai hari ini, ia tak tahu di mana mereka dimakamkan. Ia mulai bertanya, mulai merasa, mulai sadar bahwa tak ada lagi tangan hangat yang menggandengnya pulang, tak ada lagi pelukan Mama di setiap malam sebelum tidur, tak ada lagi tawa Papa yang menyemangatinya saat terjatuh. Lambat laun, semuanya menjadi beban yang tak sanggup lagi ia pikul. Luka itu tidak sembuh, justru tumbuh bersama dirinya. Makin ia dewasa, makin dalam rasa kehilangan itu menusuk. Hidupnya kacau. Pikirannya porak-poranda. Ia bahkan sempat berada di titik di mana ia ingin menyerah-sebab rasanya, kewarasannya pun perlahan ikut terkubur bersama masa lalunya yang hilang.
All Rights Reserved
#538
tragedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Badai, Kapan Berlalu?
  • ARUM | On going
  • RAVA : Rafael - Vanya ( THE END )
  • Rebel's
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • KALINDRA
  • Enchoes of a Hidden Life
  • KALANDRA with ES [END]

Adalah cerita tentang seorang anak yang tak pernah benar-benar punya tempat untuk pulang. Sejak kecil ia belajar bahwa hidup tak selalu adil, dan kadang-bahkan sering-doa tak dijawab dalam waktu yang ia harapkan. Ia tumbuh di antara bentakan, kehilangan, dan sunyi yang menua di dadanya. Ia menyimpan ratusan tangis yang tak bisa ditumpahkan dan ribuan tanya yang tak berani ia ucapkan. Tapi gadis kecil itu tetap berdiri, meski angin terus memaksanya jatuh. Ia tetap berjalan, meski jalannya dipenuhi duri, meski tak ada tangan yang menggenggamnya erat. Ini bukan kisah bahagia. Tapi ini kisah tentang bertahan, tentang keberanian untuk tetap hidup meski dunia berkali-kali memintanya menyerah. Karena kadang, harapan tidak datang dalam bentuk pelangi. Kadang, harapan hanya berupa napas yang tetap ia hembuskan... meski hati sudah letih. *** Update setiap Sabtu & Minggu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines