Dear Penjual Es Teler

Dear Penjual Es Teler

  • WpView
    Membaca 344
  • WpVote
    Vote 171
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 20, 2025
Teler Story - karena setiap gelas punya cerita. Bagi Marella Adirasta, es teler bukan sekadar minuman; ia adalah pelipur lara di tengah hari-hari yang semrawut. Di warung kecil di ujung jalan, satu porsi es teler selalu berhasil meredakan penatnya. Sudah berkali-kali ia mencoba di tempat lain, tapi tak ada yang seistimewa di Teler Story. Rasanya selalu pas, porsinya tak pernah meleset. Mungkin bukan cuma soal rasa. Di balik meja kasir, ada Ezra Mahawira, si penjual es teler yang tanpa perlu bertanya selalu menyiapkan pesanan Ella dengan presisi. Nangkanya harus dipotong kecil dan alpukatnya jangan kebanyakan. Hafal semua detail kecil yang bahkan tak pernah Ella sadari. Hingga suatu hari, Ezra tak ada di sana. Dan di hari yang sama, Ella sadar: yang bikin nagih bukan cuma es telernya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#227
enemiestolovers
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Titik Nadir
  • Alletarez
  • ALGARA [END]
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • DAKSA [END]
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\

Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean. Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada. Sialnya, benar semua! Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing. Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya. Namun, ketika sampai pada keadaan... Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun. Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan. Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan