Dear Penjual Es Teler

Dear Penjual Es Teler

  • WpView
    Reads 344
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Teler Story - karena setiap gelas punya cerita. Bagi Marella Adirasta, es teler bukan sekadar minuman; ia adalah pelipur lara di tengah hari-hari yang semrawut. Di warung kecil di ujung jalan, satu porsi es teler selalu berhasil meredakan penatnya. Sudah berkali-kali ia mencoba di tempat lain, tapi tak ada yang seistimewa di Teler Story. Rasanya selalu pas, porsinya tak pernah meleset. Mungkin bukan cuma soal rasa. Di balik meja kasir, ada Ezra Mahawira, si penjual es teler yang tanpa perlu bertanya selalu menyiapkan pesanan Ella dengan presisi. Nangkanya harus dipotong kecil dan alpukatnya jangan kebanyakan. Hafal semua detail kecil yang bahkan tak pernah Ella sadari. Hingga suatu hari, Ezra tak ada di sana. Dan di hari yang sama, Ella sadar: yang bikin nagih bukan cuma es telernya.
All Rights Reserved
#86
sweetromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Dating Demi Gengsi
  • ON SIGHT (Completed)
  • ALGARA [END]
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • Titik Nadir
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines