Sangkar si Biru [On Going]

Sangkar si Biru [On Going]

  • WpView
    Odsłon 386
  • WpVote
    Głosy 136
  • WpPart
    Części 8
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., cze 20, 2025
WpInfo
Fikcja
Romans
Sean Biru Angkasa namanya, entah minggu ke berapa di tahun ini. Rasanya sesak sekali. Sudah berapa kali gadis itu menangis? Entahlah, pun, tak akan ada yang peduli. Sudahlah, sekarang waktunya tidur, kedua adiknya juga harus masuk ke kamar untuk istirahat. Tapi, hey! Bagaimana cara menghentikan ini? Air asin ini terus mengalir dengan bodohnya, dadanya terasa sangat sesak. *** Ini bukan sebuah awalan, tetapi pertengahan kisah. Entah sejak kapan ini dimulai, tapi kuucapkan selamat datang. Selamat datang di 'Sangkar si Biru' yang sudah berkarat. Credit Cover by. IG@be_zzyl00 ~Chapter dengan judul berbahasa Inggris adalah side story. ~Jika ada keterlambatan up, dikarenakan kondisi mental author yang tidak baik-baik saja saat menulis. Silakan follow akun ini untuk melihat progres pembuatan. Kisah ini diubah sebagaimana mestinya agar tidak terlalu menunjukkan aksi self harm, kekerasan, dan kegilaan. Selamat Membaca.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#39
entp
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Welcome Home, Saga!
  • Dalam Mercusuar [END]
  • Javas Drexzer [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Self Injury's(complete)✔
  • Semesta untuk sean
  • SELF LOVE
  • Deep Blue (END)

Judul Awal ; Nostalgia bersama luka. 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒊𝒌𝒔𝒂, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂. "Saga. Waktu di rumah Galang, Lo coba suntikan itu juga nggak?" "Iya. Kenapa?" "Galang kena HIV Ga." Hancur. Kesalahan yang dibuatnya sendiri membuat impiannya runtuh seketika. Dia masuk dalam kegelapan yang semakin pekat. Dalam kelam impian yang menyiksa, seorang gadis hadir dalam hidupnya, menciptakan secercah harapan yang kian sirna. Memeluk sebagian luka yang kian berantakan. 𝙰𝚔𝚞 𝚔𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚜𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑, 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚞𝚓𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊. ~𝓢𝓪𝓰𝓪𝓻𝓪 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓦𝓲𝓵𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪. Cover by behance in pinterest.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści