Sangkar si Biru [On Going]

Sangkar si Biru [On Going]

  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
Sean Biru Angkasa namanya, entah minggu ke berapa di tahun ini. Rasanya sesak sekali. Sudah berapa kali gadis itu menangis? Entahlah, pun, tak akan ada yang peduli. Sudahlah, sekarang waktunya tidur, kedua adiknya juga harus masuk ke kamar untuk istirahat. Tapi, hey! Bagaimana cara menghentikan ini? Air asin ini terus mengalir dengan bodohnya, dadanya terasa sangat sesak. *** Ini bukan sebuah awalan, tetapi pertengahan kisah. Entah sejak kapan ini dimulai, tapi kuucapkan selamat datang. Selamat datang di 'Sangkar si Biru' yang sudah berkarat. Credit Cover by. IG@be_zzyl00 ~Chapter dengan judul berbahasa Inggris adalah side story. ~Jika ada keterlambatan up, dikarenakan kondisi mental author yang tidak baik-baik saja saat menulis. Silakan follow akun ini untuk melihat progres pembuatan. Kisah ini diubah sebagaimana mestinya agar tidak terlalu menunjukkan aksi self harm, kekerasan, dan kegilaan. Selamat Membaca.
All Rights Reserved
#39
entp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Deep Blue (END)
  • Dalam Mercusuar [END]
  • Javas Drexzer [END]
  • Seorang Ayah?
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • JEAN
  • Dua cangkir satu Meja
  • If I Die, Will You Listen?
  • SUARA BIA (TAMAT)

⚠️trigger warning This story contains many scenes that may be traumatizing and harmful to some people. A blue story by Nora Suatu hari saat kedai sepi, saat akhir musim panas, tiba cuaca cerah yang mulai sulit ditemui. Ada percakapan antara dua anak muda yang masih bertanya-tanya tentang rahasia takdir. "Relung Bentang Delmara." "Namamu adalah harapan terbesar yang berangkat dari seuntai doa yang diberikan padamu untuk kamu bawa sampai nanti." "Kamu tahu artinya?" "Biar hatiku lapang seluas samudra." "Ah ... itu terdengar tulus dan besar sekali. Pasti kamu terlahir dari cinta yang murni." "Kamu menyukai laut?" "Tidak." "Bukankah itu Delmara?" "Hm?" "Delmara itu laut." "...." "Dan laut itu kamu." "...." "Kenapa kamu tidak menyukai dirimu sendiri?" "Pernahkah kamu berpikir bahwa takdir yang tak mudah lahir bersama tiap manusianya dan menyamar sebagai anugerah? Hari itu, manusia berpengalaman seolah mampu membaca rencana takdir. Nama itu, seperti tanda peringatan yang memberi tahu bahwa hidupku akan jauh dari senyum, dari bahagia, dari banyak hal terindah di dunia." "Lily, kamu tahu laut itu biru? Biru sekali. Jika aku ini kapal yang berlabuh di permukaannya, setiap perjalananku selalu beriringan biru dan dinaungi biru. Biru yang kubenci. Bila mana kapal ini telah reyot dan rapuh, biru akan merenggutku, membawaku semakin ke dalam, dalam palung yang lebih pekat dari hitam." "Suatu hari nanti Delmara, kamu akan tahu pelajarannya, kamu akan mengerti mengapa takdir memberimu limpahan biru banyak sekali." "Kapan, Lily?" "Ketika kamu telah mengerti makna hidup." Start: 2 Oktober 2023 Finish: 21 Juni 2024 DON'T COPY MY STORY!

More details
WpActionLinkContent Guidelines