Dia dan Indahnya

Dia dan Indahnya

  • WpView
    MGA BUMASA 232
  • WpVote
    Mga Boto 30
  • WpPart
    Mga Parte 17
WpMetadataReadKumpleto Mon, Dec 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Waktu, haruskah hanya menyalahkanmu tanpa tahu apa yang aku lakukan? Kiranya kau ingin mengambilnya dari ku kenapa tidak mengatakannya sejak awal? rasa sayang ini terlalu besar hanya untuk kehilangan ia. Ku mohon, bawa ia padaku. Aku tidak akan meminta agar dia menjadi milikku. Aku hanya ingin dia di sampingku." ucap pria nan baik hati itu kala melihat wanitanya sudah hampir menghilang diambil sang pemilik segalanya. Rasanya sulit di percaya bagi Ray harus selalu mengikhlaskan semuanya sampai tak ada sisanya. Mata yang selama ini menatapnya dengan penuh kekaguman sekarang tertutup tanpa kehidupan. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah sanggup seorang Ray mengikhlaskan kepergian Devana? Atau akan tetap terpuruk selamanya?
All Rights Reserved
#265
comedi
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  •  HAZELA
  • Karena Kamu Rumahnya
  • RAPUH!
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Segitiga [END]
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Semu [Completed]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman