My Chérie

My Chérie

  • WpView
    Reads 12,009
  • WpVote
    Votes 1,354
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
Cherry tidak sedang mabuk-hanya tipsy, cukup sadar untuk tahu hidupnya berantakan tapi tetap bisa memilih cara pelarian yang menyenangkan: klub malam, minuman manis, dan kebebasan tanpa nama. Tapi malam yang harusnya cuma pelarian singkat jadi awal dari kekacauan panjang, saat ia melihat Aksara-pria rapi dan pendiam yang tak seharusnya ada di dunia yang gaduh itu. Satu aksi impulsif untuk menyelamatkan pria itu dari perempuan agresif membawanya ke kamar hotel mewah, kartu kredit hitam, dan pagi penuh tanda tanya. Tapi sebelum Cherry sempat menentukan apakah ini keberuntungan atau bencana, masa lalu Aksara datang mengetuk pintu-secara harfiah. Dan perempuan yang berdiri di baliknya, tidak datang membawa sarapan. Cerita ini adalah tentang pilihan spontan, reputasi yang rapuh, dan bagaimana satu malam bisa mengubah arah hidup seseorang-atau menghancurkannya sepenuhnya. --------- Cover Template by Canva
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Behind Our Eyes
  • Dear, Mr. A
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • AFTER ENDING [END]
  • Dear, Mas Duda
  • Lembayung
  • AMNESIAL (END)
  • No Longer In Love

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines