"Mengejar Hati yang Tak Peduli"

"Mengejar Hati yang Tak Peduli"

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Raka selalu percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Namun, keyakinannya mulai goyah setelah bertemu dengan Aluna-seorang wanita yang lebih peduli pada promo supermarket dibandingkan gombalan pria. Segala cara sudah ia coba, dari perhatian kecil hingga aksi besar, tetapi Aluna tetap tak bergeming. Apakah cinta memang harus diperjuangkan, atau ada kalanya seseorang harus menerima takdirnya dengan lapang dada?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dirava (Dira, Rara, Arva).
  • PILIHAN TERBAIK (Tamat - Revisi)
  • RAKA [Completed] ✓
  • Penjual Rujak Bikin Jatuh Cinta [[Tamat]]
  • Diary Raka [Selesai]
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • Arasya Story [END]
  • Betina haus belaian🔞
  • PATAH
  • RAKA

Hari mulai akan senja. Mereka masih menikmati secangkir wedang jahe dijajakan secara tradisional disana. Itu membantu tubuh agar merasa hangat. Mereka masih berjalan-jalan disekitar pantai. Arva mencubit lengan Rara. Perempuan itu agak menahannya. Lelaki itu mencubitnya lagi, kali ini semakin keras. "Ih sakit, Arva!" Rara memukul dada lelaki itu. Sekali masih kena, lalu kedua kali Arva memegangi tangannya. Arva menggenggam tangan perempuan itu. Rara menariknya, tapi lelaki itu masih menggenggamnya. Tatapan mereka saling beradu. Rara menggigit bibirnya ragu. Ia menghindari pandangan itu. Sedetik kemudian melihat Arva lagi. Tangan Rara masih menempel di dada bidangnya. Ia seakan bisa merasakan debaran jantung lelaki itu. Rara serba salah entah harus bagaimana. "Kau serius sekali." Kata Rara. "Memang." Sahut Arva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines