Hari mulai akan senja. Mereka masih menikmati secangkir wedang jahe dijajakan secara tradisional disana. Itu membantu tubuh agar merasa hangat. Mereka masih berjalan-jalan disekitar pantai. Arva mencubit lengan Rara. Perempuan itu agak menahannya. Lelaki itu mencubitnya lagi, kali ini semakin keras. "Ih sakit, Arva!" Rara memukul dada lelaki itu. Sekali masih kena, lalu kedua kali Arva memegangi tangannya. Arva menggenggam tangan perempuan itu. Rara menariknya, tapi lelaki itu masih menggenggamnya. Tatapan mereka saling beradu. Rara menggigit bibirnya ragu. Ia menghindari pandangan itu. Sedetik kemudian melihat Arva lagi. Tangan Rara masih menempel di dada bidangnya. Ia seakan bisa merasakan debaran jantung lelaki itu. Rara serba salah entah harus bagaimana. "Kau serius sekali." Kata Rara. "Memang." Sahut Arva.
More details