THE DAY WE LOVE YOU MORE

THE DAY WE LOVE YOU MORE

  • WpView
    Reads 4,829
  • WpVote
    Votes 724
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 9, 2026
Menatap polaroid yang sama dengan kenangan yang tidak dapat diulang itu... menyakitkan. Lantas setiap senyum yang ada digambar itu akan menyimpan banyak cerita. Dari hal-hal kecil yang terkadang menyebalkan, tapi membuat tawa, atau terkadang dari perlakuan sederhana yang merengkuh setiap lelah. Lantaran waktu membawa mereka, dari darah yang berbeda seolah mengalir dalam satu pembuluh darah yang sama. Mereka saling merangkul dan saling menguatkan. Membawa janji yang yang akan terus membekas disetiap sudut ingatan. Sampai dimana, ketika dawai itu tak lagi dimainkan dengan tangan yang sama. Ada janji yang terucap bagai lirik yang tertulis indah diruang kecil hati mereka . Janji untuk lebih menyayangi satu nama indah, pemilik senyum sehangat senja. Lantas, setelah semua ini, akankah semua terasa sama? Start: 22 Maret 2025 End: 15 Mei 2026 🥈 #tomorrowbytogether (16.09.25) 🥇#tomorrowbytogether (20. 09.25) 8 #moa 6 #moa (12.11.25) 🥈#tomorrowbytogether (12.11.25) 🥇#tomorrowbytogether (15.11.25) 4 #txt (16.11.25) 🥈#hueningkai (21.01.26) 3 #Beomgyu (22.02.26) 1 #moa (22.02.26) 2 #Beomgyu (23.02.26) 3 #soobin (06.03.26) •txt •bighit
All Rights Reserved
#113
tomorrowbytogether
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam, Aku Pamit [Tamat]
  • KARA
  • How to Say "Goodbye"?✔️
  • Invisible Affliction ( Vkook / Brothership )
  • Halo Elang
  • A Brother And Sister's Suffering That Has a Happy (End)
  • One Shoot Brothership ✓
  • Destiny(?)
  • The Antagonis Sister [Slow Update]

Jika diberi pilihan, Kanaya ingin tetap hidup seperti biasa, bangun setiap pagi, berangkat ke sekolah, bercanda dengan sahabatnya, dan pulang ke rumah untuk mendengar ocehan kakaknya. Namun, kenyataan tidak sebaik itu. Hidup telah menuliskan akhir yang berbeda untuknya. Setiap detik yang berlalu bukan hanya hitungan waktu, tetapi juga pengingat bahwa ia tidak akan bisa melihat masa depan seperti orang lain. Ia tidak akan sempat dewasa, tidak akan sempat mengejar mimpi-mimpinya, dan mungkin... tidak akan sempat mengucapkan selamat tinggal. Tapi, Kanaya memilih merahasiakan semuanya. Baginya, kebahagiaan orang-orang yang ia sayangi lebih penting daripada kejujuran. Selama mereka masih bisa tertawa bersamanya, selama mereka tidak mengasihaninya, maka semua kepura-puraan ini masih bisa ia pertahankan. Namun, kebohongan tidak bisa selamanya disembunyikan. Lambat laun, kebenaran akan muncul-dan pada saat itu, Kanaya hanya bisa berharap mereka tidak membencinya karena telah menyembunyikan sesuatu yang begitu besar. Karena bagaimana pun juga, ini bukan kisah tentang seorang gadis yang bertahan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang sedang berpamitan, dengan cara yang paling indah yang bisa ia lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines