REKSA: The Last Bell

REKSA: The Last Bell

  • WpView
    LECTURAS 173
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 3, 2025
Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kaca yang retak
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Aneyra -after meet you
  • Embrace again, Arnan
  • Bayangan Orang Lain
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • MALA
  • Nathalea
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]

Tak semua luka tampak di permukaan. Tak semua bayangan di cermin benar-benar milikmu. Setelah kepergian Ibunya yang misterius, Areya hidup dalam rumah yang sunyi, bersama kakak yang mulai terasa asing dan kenangan yang menolak padam. Sebuah retakan di cermin kamar membuka lebih dari sekadar pantulan-ia menampakkan sisi lain dari diri Areya, dan juga masa lalu yang disembunyikan begitu rapi. Ketika suara-suara lama mulai memanggil dan jejak-jejak samar mulai muncul, Areya harus memilih: terus menatap dari balik kaca yang retak, atau menghancurkannya untuk menemukan kebenaran... meski ia sendiri mungkin tak siap untuk itu. Sebuah kisah tentang kehilangan, luka yang membisu, dan keberanian menantang bayangan sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido