When I touch You

When I touch You

  • WpView
    Reads 763
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 15, 2025
Noah mendekatkan dirinya ke Jihan, menghirup aroma dari lehernya. Napasnya memburu, terlihat dari mata yang berbinar dengan keinginan yang tak tersembunyi. "Pak Noah mau apa?" Jihan tampak takut. Jihan berjalan mundur ke belakang, sampai ia mentok tembok. Noah tersenyum menyeringai, "Kamu tidak bisa kabur dari saya, gadis manis," Jari-jari Noah menyentuh pipi Jihan perlahan-lahan. "Pak Noah, jangan," mohon Jihan. Noah mengendus belakang leher Jihan, matanya sudah sangat dikuasai oleh nafsu. "Kenapa? Bukannya ini pekerjaan kamu?" "Maksud bapak apa?" tanya Jihan. Noah tersenyum menyeringai, "Layani saya! Itu tugas kamu!" Tiba-tiba, dengan gerakan cepat yang hampir tidak bisa diikuti, ia meraih tepian baju Jihan dan merobeknya dengan kasar. Jihan terpaku, rasa takut dan kebingungan terpancar dari matanya yang terbuka lebar.
All Rights Reserved
#195
presdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • TOUCHED (End)
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • Resign From You
  • Naya Arjuna
  • Virgo Girl
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines