acalapati
  • WpView
    Reads 2,522
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Cerita Kita
  • Empty | 00L NCT Dream
  • KARAFERNELIA
  • Daechan Wiramaja
  • Angkasa dan Cerita
  • Our Emergency Calls
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Luka Naren.
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Kemana Arah Pulang?

"Mampus! Baru tau rasa kan hidup sama ibu bikin lo menderita? kalau udah gitu, lo mau apa, Dar? Mau nebeng hidup bareng gue sama Papah? Kedengarannya emang jahat, tapi gue minta, lo jangan masuk ke kehidupan kita lagi. Asal lo tau, kita udah punya keluarga kecil yang bahagia." Satya berucap tajam pada adik kecilnya Darma yang juga sedang menatapnya gamang. Satya menghela napas memalingkan wajah melihat mata bulat itu memerah dan berkaca hendak menangis, satu yang pasti Satya bisa melihat kekecewaan mendalam pada sinar redup sang adik. Satya dan Darma adalah kakak beradik yang dulu sangat dekat. Namun segalanya berubah saat Darma memilih ikut sang ibu, yang kini memiliki anak dari laki-laki lain. Bagi Satya, itu adalah pengkhianatan. Sejak saat itu, hubungan mereka retak. Satya menyimpan benci, sementara Darma hanya bisa mencoba memperbaiki yang sudah rusak. Mereka memang masih bersaudara,tetapi apakah itu cukup untuk menyatukan dua hati yang terlanjur terluka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines