My Pretty Guard

My Pretty Guard

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
Seorang penjaga wanita? Apa yang bisa diharapkan dari mereka? Setidaknya itulah hal yang pertama kali muncul di pikiran mahasiswa itu. Baginya tidak ada perintah yang bisa menaklukkan egonya itu dalam kehidupan, kecuali untuk keluarganya sendiri. Ketika seorang Arthur Novanno Sagara sudah melewati batas kesabarannya, maka disitulah awal mula kehancuran tiba. Tidak peduli tempat, waktu, dan siapapun orangnya dia akan terkena musibah akibat berani menyinggung seorang penerus dari keluarga Sagara yang terkenal kejam itu. Memang awal kenyataan awalnya seperti itu. Namun hingga seluruhnya berubah. Saat dia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang berhasil membuat hatinya goyah. Resia Zeefillia. Bukan hanya paras, namun ada hal lain yang membuat ia semakin jatuh hati pada gadis itu. Sempat tertipu dengan muka awal tapi ternyata dialah orang pertama yang berhasil membuat seorang Arthur merasakan rasa sakit yang dalam. "Apakah aku berhak merasakan kebahagian?" - Arthur Novanno Sagara "Membuatmu bahagia adalah tugasku" - Resia Zeefillia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • Hujan di Langit Aresta
  • The PRINCESS diaries 🎀 ( on going )
  • DAKSA [END]
  • Only You [Slow Update]
  • ARTAN
  • When Two Hearts Collide
  • Say Goodbye [ON GOING]
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines