Titik Temu

Titik Temu

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
Setiap hati yang aku punya, setiap kepingan diriku, pernah kuberikan pada cinta yang salah. Berkali-kali, aku jatuh, terluka, dan bangkit dengan luka yang semakin dalam. Aku pikir, mungkin aku memang ditakdirkan untuk sendiri. Mungkin, cinta sejati hanyalah dongeng belaka. Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini tentang perjalanan menemukannya, tentang keberanian untuk percaya, dan tentang cinta yang akhirnya menemukan rumahnya.
All Rights Reserved
#579
kesetiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sejauh 260 km
  • 31 Months for You (Revisi)
  • DEPHELINE
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines