THE INSTITUTE

THE INSTITUTE

  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 21, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
SELESAI "Jangan ke desa." Itu pesan terakhir yang Gibran terima sebelum alat komunikasinya mati. Bersama Bulan, dia baru saja melarikan diri dari The Institute, tempat yang menyimpan banyak rahasia kelam. Mereka pikir sudah bebas. Tapi mereka salah. Tengah malam di hutan yang asing, mereka melihatnya-cahaya obor bergerak di antara pepohonan. Sosok-sosok berjubah hitam berjalan tanpa suara, wajah mereka tertutup bayangan. Mereka bukan manusia. Dan mereka tahu Gibran dan Bulan ada di sini. "Kalian akan jadi bagian dari kami." Dikejar tanpa henti, terjebak dalam tempat yang tak ada di peta, satu-satunya pilihan mereka adalah berlari. Tapi bagaimana jika tidak ada jalan keluar? Bagaimana jika mereka bukan hanya tersesat-tapi sudah dipilih? Karena ada tempat yang tidak boleh dimasuki... Dan ada rahasia yang tidak seharusnya ditemukan
Todos los derechos reservados
#17
hororpsikologis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SWITCH BUTTON [Selesai]
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Warisan Gandari
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • The Dark Side(END)
  • 30 day's
  • jill and the school, siapa yang tidak nyata?
  • DOSA DIAM
  • Jurit Malam: Benteng Gelap

Jika seseorang ingin tahu rasanya mati, maka tanyakan saja pada Nick. Remaja itu bahkan tidak menyangka bahwa mati tidaklah seburuk yang ia bayangkan. Namun, dalam hitungan detik, ia baru menyadari bahwa kenyataan yang harus dihadapi setelah ia bangun dari kematian sama sekali di luar dugaannya. Hanya dua hal yang remaja itu ingat pasca terbangun dari kematian, dirinya sendiri dan tempat tinggalnya. Nick sama sekali tidak tahu bagaimana ceritanya ia tiba-tiba bisa berada di belahan benua lain dan sempat divonis tewas. Nick berusaha mengingat, tapi ia tidak mendapati rekam jejak memori apa pun di otaknya. Perlahan, Nick menyadari bahwa otak yang berada di kepala ini bukanlah miliknya, tidak terkecuali seonggok jasad yang turut memerangkap jiwanya. Switch Button Namiso | © 2024 All Rights Reserved Cover by @na_miso

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido