THE INSTITUTE

THE INSTITUTE

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
SELESAI "Jangan ke desa." Itu pesan terakhir yang Gibran terima sebelum alat komunikasinya mati. Bersama Bulan, dia baru saja melarikan diri dari The Institute, tempat yang menyimpan banyak rahasia kelam. Mereka pikir sudah bebas. Tapi mereka salah. Tengah malam di hutan yang asing, mereka melihatnya-cahaya obor bergerak di antara pepohonan. Sosok-sosok berjubah hitam berjalan tanpa suara, wajah mereka tertutup bayangan. Mereka bukan manusia. Dan mereka tahu Gibran dan Bulan ada di sini. "Kalian akan jadi bagian dari kami." Dikejar tanpa henti, terjebak dalam tempat yang tak ada di peta, satu-satunya pilihan mereka adalah berlari. Tapi bagaimana jika tidak ada jalan keluar? Bagaimana jika mereka bukan hanya tersesat-tapi sudah dipilih? Karena ada tempat yang tidak boleh dimasuki... Dan ada rahasia yang tidak seharusnya ditemukan
All Rights Reserved
#3
hororpsikologis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • SWITCH BUTTON [Selesai]
  • DOSA DIAM
  • jill and the school, siapa yang tidak nyata?
  • MAHYA: The Hanged Lady
  • Jurit Malam: Benteng Gelap
  • MISANTHROPE

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines