Padi di Selasar [Cerpen]

Padi di Selasar [Cerpen]

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 21, 2025
Melupakan hawa dingin yang menyelusup tengkuknya, wanita tua itu melihat apa yang suaminya berikan. Sebuah kantong plastik hitam kotor berbalut tanah. "Apa ini, Pak?" tanyanya. Dan di sini, setiap cinta tumbuh begitu apik meskipun itu dari rintih mati, mampu menghidupi cinta lain yang tak pernah pergi.
All Rights Reserved
#107
pemerintahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Cakra!
  • - "Antara takdir dan pilihan, ada cerita yang tak pernah selesai."
  • Fragmen
  • Telaga Imajinasi [Kumpulan Cerpen]
  • Suamiku Sahabat Adikku
  • THE BOSS (COMPLETED)
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Regret [COMPLETED✔️]
  • Sepotong Luka

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines