Women With Their Stories

Women With Their Stories

  • WpView
    Leituras 87
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 14, 2025
"Perempuan selalu benar dan laki-laki selalu saja salah" itulah ucapan mereka, mereka masih menganggap perempuan tidak berguna bahkan jaman sekarang. Tapi bagaimana jika itu sebaliknya? Delima tidak tau negara tempatnya di lahirkan menjadi setengah hancur karena pemerintah yang tidak tau malu. Jadi, dia terpaksa berkehidupan bercukupan bersama adiknya yang baru saja menjadi mahasiswa semester pertama Namun tidak di sangka, karena kekacauan itu juga, Teman-teman nya bahkan teman adiknya ikut bekerja sama agar mendamaikan negeri ini walau tidak mungkin, tetapi jika bersama pasti bisa kan? ©lady blue on wattpad
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • DeKaNa (END)
  • My Love A Turki
  • SEAMERA (The Secret of Love) - SPIN OFF AGATHA
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Mencintai Sahabat Dadakan Ku
  • Gema Hati Muda [ SELESAI]
  • Sudut Pandang Hasbi | Haechan (Terbit)✔
  • KEPERGIAN SENJA
  • Always Be Happy With You Kak

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo