Asseine

Asseine

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 25, 2025
Sei membenci kehidupan, tapi sei tidak pernah menyesali setiap nafas yang tuhan berikan kepadanya. Ketika rumah tak lagi pulang.Sejak kematian Asa, rumah Sei tak lagi punya cahaya. Ayahnya yang dulu lembut kini memandangnya seperti kutukan yang tak pernah ia minta. Setiap kesalahan kecil berujung pukulan, bukan karena benci - tapi karena bayangan Asa terus menghantuinya. Ia kehilangan satu anak, dan menyalahkan yang masih hidup. Asa tidak hanya merenggut ayah dan ibu mereka. Asa juga merenggut ken darinya disaat asa tahu bahwa sedari awal, ken adalah miliknya. Ken adalah racun yang sei pertahankan. Ia seperti racun dan penawarnya. Ia yang melukai, ia juga yang mengobati. Seakan tidak puas dengan takdir pahit yang ia telan sendri, ia kembali diberi takdir pahit berupa Penyakit Anti-Hu Associated Encephalitis Alias Paraneoplastic limbic encephalitis (Anti-Hu type) Jenis penyakit autoimun langka yang menyerang otak, terutama bagian sistem limbik (bagian otak yang mengatur emosi dan ingatan). Mampukah sei bertahan hingga akhir?
All Rights Reserved
#410
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Revisi] Beautiful Pain (GxG)  (COMPLETED)
  • Full Of Scratches
  • Elegi Kehidupan
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PERGI
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • Kehidupan Yang Saya Lihat (END)
  • Penjara Pikiran
  • LINGKARAN LUKA [SELESAI]
  • Untuk Kamu, Riz #2
  • Zahra Gara

"Hidup adalah sebuah perjalanan mencari Kebahagiaan sekaligus kehilangan kebahagiaan yang lain" Tentang Takdir yang Menyakitkan tapi terasa begitu Indah !

More details
WpActionLinkContent Guidelines