Terimakasih, Bunga matahari🌻

Terimakasih, Bunga matahari🌻

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 28, 2025
Brothership. Not a bxb. Di dalam hutan yang lembap dan keruh, kabut tebal menghalangi cahaya matahari, menyelimuti pohon-pohon yang menjulang tinggi seperti tiang-tiang yang menjulang ke langit. Suasana menjadi sangat misterius dan menakutkan, kesunyian yang sangat mendalam membuatku merasa seperti sedang berjalan di dalam mimpi. Tiba-tiba, aku melihat cahaya yang terang dan mempesona di kejauhan. Aku mendekati cahaya itu dengan hati-hati, dan semakin aku mendekati, cahaya itu semakin terang. Aku melihat bahwa cahaya itu berasal dari sebuah bunga matahari yang indah dan penuh keajaiban. Aku merasa seperti sedang menemukan tempat yang aku cari selama ini. Aku merasa seperti sedang menemukan jalan keluar dari kesulitan dan kekhawatiran yang telah menghantui aku selama ini. Tapi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku tidak tahu apa yang akan aku temukan di balik bunga matahari yang indah itu. Aku hanya tahu bahwa aku harus terus berjalan, terus mencari, dan terus berharap. Dan begitulah, petualangan aku dimulai.... Yang penasaran dengan cerita Latief, ayoooooo baca!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • St¡ll Eighteen
  • Hidden Love | Mees Hilgers |
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • LIGHT
  • SEVEN ✔
  • please stop it!! [Ending]
  • KELABU BIRU [END] -REVISI
  • River Flows In U √
  • [LS1] RAINEESME (Completed)

Dia tetap delapan belas, dan aku tumbuh seiring perjalanan hidup sebuah raga dalam sepuluh tahun untuk kehilangan itu. Aku hanya mengenal tiga filosofi dalam hidupku; ada sahabat, ada pengkhianatan, dan ada jasad yang tak pernah sempat berpulang. Terkubur seiring waktu berporos seperti aliran darah. Melayang dalam semilir angin sunyi. ©Syapena Judul sebelumnya : Satu Dekade : Last Trace 1995 Until 2005

More details
WpActionLinkContent Guidelines