Katanya, cinta adalah perasaan yang membuat seseorang merasa pulang. Namun tidak ada yang pernah mengajarkan bagaimana caranya bertahan ketika cinta itu tumbuh sendirian.
Aku pernah mengenal seseorang yang membuat hari-hariku terasa lebih hidup. Seseorang yang senyumnya mampu mengalahkan keramaian dunia, dan suaranya pernah menjadi hal yang paling ingin kudengar setiap hari. Tanpa kusadari, aku menulis terlalu banyak harapan pada seseorang yang bahkan tidak pernah berjanji untuk tinggal.
Semua tentangnya masih tersimpan rapi di dalam ingatanku. Seperti buku tua yang tak lagi kubuka, tetapi tak pernah sanggup kubuang. Halaman-halaman awalnya dipenuhi kebahagiaan, tawa, dan perasaan yang tumbuh begitu sederhana. Namun semakin jauh kisah itu berjalan, semakin banyak luka yang kutemukan di antara setiap kata.
Ini bukan kisah tentang bagaimana aku berhasil memilikinya.
Ini adalah kisah tentang seseorang yang belajar mencintai dengan tulus, terluka dengan perlahan, dan akhirnya memahami bahwa tidak semua yang kita cintai ditakdirkan untuk menjadi milik kita.
Sebab terkadang, perpisahan yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan seseorang yang pernah kita genggam, melainkan melepaskan seseorang yang sejak awal tidak pernah benar-benar kita miliki.
All Rights Reserved