Dimana Suara Kami?

Dimana Suara Kami?

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing14m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 24, 2025
"Semesta! Dua temen kita hilang!" Empat kata yang tak ingin ku dengarkan sama sekali terucap begitu lantang dari ketua kelas ku. Di keaadan yang sedang berantakan karena kepungan dari para aparat yang memaksa kita mundur, kami kehilangan empat tangan yang seharusnya kami genggam. "Bangsat?! Mundur dulu! Mundur!" Suara derap kaki yang tak beraturan karena menghindari dari kepungan tersebut membuat aku tak fokus dengan teman-temanku lainnya. Suara para mahasiswa menyuruh kami pergi masih terdengar jelas. Begitu susah untuk menegakkan keadilan di negara ini, di saat kami mencoba menyuarakan hak kami, di sana mereka hadir untuk menghadang. Bahkan mereka tak ragu untuk melakukan tindakan keras pada kami. Kami hanya butuh di dengar, negara ini milik para rakyat. ─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌─‌ Cerita ini bukan karangan semata, ini adalah aksi nyata yang sedang terjadi. Seluruh media di sini saya ambil melalu platform X, Instagram, Pinterest, TikTok, dan platform lainnya. Di saat suara kita tak di dengar melalui ucapan, maka biarkan lah kami mengutarakannya dalam karya. Bijaklah dalam membaca, bijaklah dalam bertindak. #TolakRUUTNI #TolakRUUPolri #PeringatanDarurat #KawalPutusanMK #KawalSampaiTuntas
All Rights Reserved
#63
lokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUAH ASMARA
  • About erine (Season 2)
  • Rindu Itu Luka
  • Let It Flow In Love ...
  • What If I Never Met You
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • CIK TENGKU & TUAN BODYGUARD | COMPLETE
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • My Best Mama

Prolog "Selagi nyawa dikandung badan, abang takkan sesekali lupakan Orked. Takkan sesekali curang, apatah lagi berhenti mencintai. Orked adalah bunga di hati abang." ITU DULU! Sekarang.. "Kau siapa? Aku tak pernah ada isteri. Jauh sekali ada anak. Kau sengaja nak ambil kesempatan atas aku sebab aku hilang ingatan, kan? Kau saja nak menyamar jadi isteri aku, kan? Aku belum kahwin. Aku single! Aku takde isteri macam kau." Orked Dahlia terngadah. Dia ingatkan, bila encik suami sedar dari koma, mereka akan kembali bahagia seperti dulu. Malangnya tak! Saat suami kemalangan dan koma, nyawanya dah seakan direntap. Bila sedar dari koma, encik suami hilang ingatan pula! Dua kali kena rentap! Sehingga dia tak tahu nak buat apa saat ini. Bermacam cara dia guna untuk kembalikan ingatan si suami, malangnya semua tak berhasil. Bukan setakat encik suami mengaku single, malah siap halau dia dari rumah lagi! Katanya, dia menyamar menjadi isteri sedangkan dia tak menikah lagi. Amboi! Kemain mengaku single. Padahal kubur dah kata mari, dunia kata pergi. Ketap bibir, tangan mengepal penumbuk. Dia pandang beg pakaian di kaki sebelum mencerlung tajam pada encik suami di depan mata. Satu persatu wajah dalam rumah tu dia tilik. Ada yang tayang muka simpati. Ada juga tayang muka puas hati. Tak lain tak bukan, Tengku Nora. Yang sememangnya tak suka dia jadi menantu sejak dahulu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines