KALANDRA : Mawar Hitam

KALANDRA : Mawar Hitam

  • WpView
    LECTURAS 173
  • WpVote
    Votos 52
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, nov 6, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"Ayah. Kapan Ayah akan menganggap aku sebagai anak Ayah lagi? Kala ingin dipeluk Ayah. Peluk Kala sekali aja Ayah, aku mohon!" 🌸🌸🌸 Di dalam rumah yang dulu hangat dan penuh cinta, sekarang terasa kosong dan dingin. Kalandra Januartha Maheswara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hidupnya telah berubah drastis setelah kepergian ibunya yang tercinta. Dia anak laki-laki yang malang. Ayahnya menganggap dia sebagai seorang monster. Ayahnya membencinya dengan alasan yang bahkan tidak pernah anaknya lakukan. Hidup Kalandra penuh dengan penderitaan dan kesepian. Namun, apakah ia dapat berhasil mengatasi semua penderitaannya dan mendapatkan kembali kebahagiaan yang telah hilang?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Antara & The Story [END]
  • Walk the Talk ✓
  • Anggala's Little Hope
  • Aziela [Revisi]
  • RAKAYASHA
  • MARVELO ANDROMEDES
  • Kalandra Kavelo [End]
  • KEMBALI

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido