Eudaimonia

Eudaimonia

  • WpView
    Reads 5,084
  • WpVote
    Votes 707
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 18, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Eudaimonia A story wrapped in warmth, sealed in silence. Mereka datang sebagai asing, namun perlahan menjadi bagian dari satu lingkar yang tak terucap. Tidak ada ikatan darah, hanya tarikan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Di tengah hiruk pikuk sekolah yang tenang, mereka menemukan satu poros: seseorang yang membuat semuanya terasa... hidup. Tapi di balik senyuman itu, ada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Note: cerita dengan alur ringan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DREAM HOUSE
  • Our Life
  • Kompleks Tumbuh²an (NCT Parody) ✔️
  • Berandalan : Jeno x You [END]
  • Amour Éternel [SUDAH TERBIT]
  • Renjun- NCT DREAM
  • The Terror [NCT Dream] ✔️
  • Renjana [COMPLETED]
  • His Smile | NCT Dream ✓

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines