HUJAN KALA ITU

HUJAN KALA ITU

  • WpView
    Reads 761
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
"Selama apapun kamu membenci, sedalam apapun kamu menyimpam dendam, pada akhirnya hanya satu kata yang akan menjadi ujung, yaitu mengikhlaskan." Rain tahu bahwa dunia itu luas dan manusia itu banyak. Namun, dari banyaknya manusia, kenapa Tuhan harus mempertemukan dia dengan cowok itu. Cowok pertama yang mampu membuat ia merasakan debaran namun juga tangisan. Kalandra sangat mengerti setiap langkah pasti ada batu penghalang. Cowok itu juga mengerti bahwa berusaha itu sulit, tapi cewek itu pantas diusahakan. Namun, apakah kata-katanya masih berlaku jika batu penghalang kali ini bukan hanya sekadar batu. _____________ Tinggalkan jejak berupa like dan komen jika kamu suka! Jangan lupa follow author untuk memberikan aksi dukungan nyata!
All Rights Reserved
#135
kalandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Your Hopeless
  • Secret and Moment
  • Rainbow After The Rain
  • EPIPHANY
  • Tiara & Fahmi
  • Rannia√
  • Davin
  • Enigma Constellation

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines