ATHEDOM

ATHEDOM

  • WpView
    GELESEN 324
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Aug. 8, 2026
WpInfo
Fanfic
"Lepaskan aku, Caloiro. Kita tidak ditakdirkan untuk bersama." "Lepas? Kau kira semudah itu?" pria itu terkekeh pelan. "Setelah aku menggilai-mu, kau ingin pergi begitu saja? Jangan mimpi, Aethera..." Caloiro gila? Iya. Aethera tidak menepisnya. Ia cukup heran kenapa Tuhan menciptakan laki-laki kejam itu. Padahal Caloiro akan menjadi ancaman untuk umat manusia terutama dirinya. Kesialan yang Aethera dapatkan setelah bunuh diri, gadis itu terlempar masuk ke dalam novel untuk mengubah takdir seseorang menjadi kebahagiaan agar ia bisa mati dengan tenang dan masuk surga. Tapi bagaimana caranya ia mengubah takdir itu jika ada sosok macam Caloiro? Misinya tidak akan mudah. Takdir memang menghukumnya karna telah melakukan dosa yang besar. Jadi Aethera hanya bisa berusaha untuk mencapai tujuannya. Yeah, semoga saja bisa. Aethera ingin mati dengan tenang setelah misinya selesai. Hanya itu yang diinginkannya. *** Update sesuka author, supaya waktunya kebagi fleksibel dengan dunia real🙏 Note: terinspirasi dari drakor Deads Game dan High School Return Of The Gangster.
Alle Rechte vorbehalten
#67
pertukaranjiwa
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • KERSA NARENDRA
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Journey
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Love me or die
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Rewriting The Villain (END)
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • ENEMY [Keonhyeon]

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien