Pwincess Hati Ayden

Pwincess Hati Ayden

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing11m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 23, 2025
"Sayang, makan dah?" Elvera Delima angkat muka, dah bersedia nak balas dengan jelingan paling tajam. Tapi Ayden Asqar cuma tersenyum santai, bersandar di tepi mejanya dengan renungan yang entah kenapa selalu buat dia rasa gelisah. "Jangan panggil I macam tu." Suaranya tegas, tapi kenapa hatinya sendiri rasa tak yakin? "I dah check, tak ada siapa trademark nama tu untuk you." Ayden ketawa kecil, buat darah Elvera naik ke muka. Dia tarik nafas, cuba bersabar. "I ada boyfriend, Ayden." Ayden angkat kening, kemudian bersandar lebih dekat, suara lebih rendah. "Habis tu kenapa you marah i panggil sayang? Kalau hati you betul-betul dekat dia, you takkan terus layan i, kan?" Jantung Elvera berdegup lebih laju. Dia nak marah, nak halau Ayden dari terus kacau hidupnya. Tapi dia benci satu perkara-benci betapa sebahagian dirinya tak kisah kalau Ayden terus kejar. Ayden senyum lagi, kali ni lebih sinis. "I bukan perampas, sayang. I cuma orang yang tahu nilai you lebih dari dia." Dan mungkin, itu yang paling Elvera takutkan. Sebab deep down... dia tahu Ayden betul. ⸻ Elvera Delima masih bersama Ilham, tapi hatinya mula goyah. Dia cuba mencari kepastian, namun semakin hari, semakin dia tak nampak masa depan dengan lelaki itu. Dalam diam, dia beri hint pada Ayden-jika benar sayang, tunggulah dia. Tapi Ayden bukan jenis lelaki yang menunggu tanpa kepastian. Pegangannya jelas, dua bulan cukup untuk tahu jawapan. Jika selepas itu masih tiada kata putus, dia harus undur diri. Namun, bila tiba saatnya, adakah Ayden akan tetap dengan prinsipnya? Atau kali ini, demi Elvera, dia sanggup melanggar aturan hatinya sendiri?
All Rights Reserved
#51
ml
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffe Latte
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • LOVE & LEGACY [OG]
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines