Cahaya Di Ujung Pedang

Cahaya Di Ujung Pedang

  • WpView
    Reads 22,812
  • WpVote
    Votes 3,417
  • WpPart
    Parts 68
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Magical Kingdoms
Setelah kematiannya yang tragis, Zayne membuka mata... di masa lalu. Tuhan memberinya kesempatan kedua sebuah anugerah langka yang dibungkus luka dan penyesalan. Dulu, ia hanya bayangan yang dibenci. Putra dari penyihir gelap, dicap sebagai kutukan bagi Kekaisaran. Namun kini, dengan nyawa yang dipinjamkan kembali, Zayne bersumpah untuk mengubah segalanya. Menyelamatkan kakaknya, menantang takdir, dan menghapus jejak luka yang pernah ditorehkan. Tapi takdir bukan sesuatu yang mudah dilawan. Ia keras kepala, seperti pedang yang tak bisa dibengkokkan. Pertanyaannya kini bukan hanya: Mampukah ia mengubah takdir? Tapi... sanggupkah ia menanggung harga dari perubahan itu? _________________________________________ *Cerita ini hanya fiktif belaka, dan karangan semata, tak ada hubungannya dengan kehidupan nyata* _________________________________________ Happy Reading 💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
All Rights Reserved
#185
fanfication
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Sin of The Villainess
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7

Di mata semua orang, Gael Dirgantara adalah antagonis yang pantas menerima akhir tragis. Bagiku, ia hanyalah seorang pria yang tak pernah diajari bagaimana rasanya dicintai. Ketika terbangun di dunia novel sebagai Alea seorang figuran tanpa peran penting, aku memutuskan mengubah takdirnya. Aku hanya ingin memberinya tempat untuk pulang. Namun aku lupa... Seseorang yang menghabiskan hidupnya dalam kesepian akan menggenggam kehangatan sekecil apa pun dengan seluruh jiwanya. Dan ketika sang tiran menjadikanku rumahnya... Ia rela menghancurkan siapa pun yang mencoba mengambil rumah itu darinya. Di larang plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines